Kamis, 06/02/2020 17:27 WIB | Dibaca: 266 kali

Kepedulian Bapas Jogja untuk Anak


Kepedulian Bapas Jogja untuk Anak, Foto: Bondan

YOGYAKARTA - Rabu (5/02), Bapas Jogja kembali terlibat dalam rapat koordinasi pembentukan homeschooling pusat kegiatan kelompok Belajar Masyarakat (PKBM) Harapan Bangsa bagi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) atau Remaja yang memerlukan Pendidikan Formal serta Rehabilitasi Remaja  di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta bertempat di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja(BPRSR) DIY.

Bertempat di Ruang CC BPRSR DIY, Bapas Jogja mengirimkan empat petugas perwakilan dalam kegiatan tersebut. Yaitu: Jarot Wahyu Winasis (Pembimbing Kemasyarakatan Muda), Wine Safitri (Kasubsi Bimkemas Anak), Mashuri (Kasubsi Registrasi Klien Anak), dan Siti Umiyati (Kasubsi Bimbingan Keterampilan Klien Anak)

Dalam rapat tersebut hadir perwakilan dari berbagai macam instansi seperti Dinas Pendidikan DIY, Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, Kejaksaan Negeri se-DIY, Kepolisian Resor Sleman, Forum Anak Sleman (FORANS), Griya Pemulihan Siloam.

Jarot Wahyu Winasis sebagai moderator dalam rapat ini menyimpulkan bahwa pertemuan ini merupakan pertemuan yang sudah kesekian kalinya dalam membahas PKBM. “ini merupakan rapat dalam rangka pematangan persiapan launching yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.”

“Alhamdulillah, semakin mendekati proses finalisasi semakin banyak dukungan dari berbagai banyak pihak. tentunya semakin besar juga harapan kami melihat program ini dapat berlangsung dengan baik.” Ungkap Jarot.

Di tempat terpisah,Kepala Balai pemasyarakatan kelas I Yogyakarta, Muhammad Ali Syeh Banna menegaskan ,”Kita sebagai warga bangsa harus peduli terhadap kelangsungan masa depan anak-anak khususnya di bidang pendidikan sebagai generasi penerus bangsa yang akan mengisi kemajuan bangsa ini, Indonesia tercinta.” Tutup Ali.

Program PKBM ini merupakan program sinergi dan kolaborasi dari berbagai instansi yang wilayah kerjanya meliputi kabupaten sleman. Program ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada saat ini. Rencananya, pada maret 2020 program ini akan diluncurkan.(Bond)

Redaktur: Henny


 





Baca Juga