Senin, 17/02/2020 21:37 WIB | Dibaca: 329 kali

Menulis: Sebuah Proses Menuju Keabadian


Asfiyatus Sundusiyah. Foto:ist

Oleh : Asfiyatus Sundusiyah*

Pahlawan pejuang kemerdekaan telah terkenang sepanjang hayat di jiwa bangsa Indonesia. Semangat gigih, ulet dan pantang menyerah serta sikap berani menjadikannya layak untuk dikenang. Tanpa mereka, mungkin kemerdekaan ini hanya sebuah impian semata. Pahlawan yang kita kenal bukan hanya ia yang berperang dimedan juang, namun juga ia yang menggunakan kemampuan berfikir untuk menuangkan ide-ide, gagasan melawan penjajahan dan penguasa yang sewenang- wenang.

Ingatlah kalian kepada Chairul Anwar, Wiji Tukul, Mortem Munir mereka terkenang abadi dalam masyarakat Indonesia, hal ini karena karya mereka yang masih bisa dirasakan oleh genereasi – generasi Indonesia. Mereka pandai merangkai kata sebagai bentuk usaha  perlawanan mereka, memberontak terhadap ketidakadilan. Betapa dahsyatnya rangkaian kata mereka sehingga mampu membius jiwa pemeberontak dan membangunkan jiwa yang tidak sadar bahwa mereka dalam keadaan penindasan.

Kalian pasti mengenal Ibnu Sina, Plato, Albert Einstein, kita tidak pernah mengenal langsung tokoh-tokoh tersebut, tapi kita mengenal mereka lewat karya-karyanya, lewat tulisannya. Mereka boleh jadi telah meninggal puluhan, ratusan atau ribuan tahun yang lalu. Namun tulisannya, karya-karyanya tetap dikenang dan memberikan nuansa pemikiran serta inspirasi bagi generasi berikutnya. Misalkan mereka tidaak menulis, kita pasti tidak mengenal mereka dan inspirasi yang mereka sumbangkan.

 “Menulis adalah sebuah keberanian. Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”. Pramoedya Ananta Toer.

Didalam diri seseorang terdapat suatu keinginan yang mereka tidak mau mendustai bahwa mereka juga menginginkan hal itu ada pada dirinya. Rasa ingin dihargai, mendapatkan pengahargaan dan diakui di lingkungannya, itulah keinginan yang ada pada diri seseorang. Sehingga banyak orang yang memiliki jiwa ambisius melakukan berbagai cara untuk mendapatkan pengakuan dan penghargaan, salah satunya melalui menulis.

“Karena kau menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari”.  Pramoedya Ananta Toer.

Setiap orang punya cerita, keahlian, dan pengalaman hidup. Setiap cerita, keahlian dan pengalaman dapat ditularkan kepada orang lain lewat menulis. Sebuah tulisan akan mampu meneruskan cerita, keahlian dan pengalaman seseorang melebihi usianya sendiri.

Ada pernyataan jika kamu ingin memperoleh pengetahuan, maka membacalah. Namun, jika kamu menginginkan keabdaian maka menulislah. Mengapa demikian? Melihat keadaan sekarang jika kau mempunyai gagasan, namun tidak kau tulis maka gagasan itu akan hilang, hilang dari makna yang sesungguhnya. Karena setiap orang belum tentu mampu merekam sepenuhnya gagasan yang kau sampaikan dengan lisan saja.

Kebanyakan orang berpikiran menulis merupakan kegiatan yang sia-sia dan menghabiskan waktu. Namun, pandangan itu tidaklah sepenuhnya benar karena tanpa, menulis tidak akan tercipta bermacam-macam buku yang saat ini sedang dinikmati oleh generasi muda. Tanpa tulisan setiap orang akan kesulitan dalam memahami alam semesta ini karena banyak hal yang belum diketahui.

Sehingga dengan banyaknya tulisan yang dibuat dan dibukukan akan sangat membantu generasi muda dalam menambah khasanah keilmuan. Semula yang masih hidup dalam kejumudan, sekarang mampu melangkah dengan akal pikiran yang sudah ada referensi yang cukup. Dalam kenyataan generasi muda akan terus berkembang dan tumbuh menjadi pemimpin yang berkualitas.

Dengan menulis, bukan hanya gagasanmu yang abadi namun juga namamu akan ikut abadi. Gagasanmu yang mempunyai nilai kebaikan dan pengetahuan akan membantu generasi  setelahmu mengikuti jejak langkahmu dan kau akan dicatat oleh Tuhan dan kaum Manusia sebagai pejuang dan penebar kebaikan. Jadi, namamu  bukan hanya abadi di batu nisan melainkan abadi pula dalam ingatan manusia yang masih bernyawa. (*)

*Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Kimia UIN Walisongo Semarang

 

 

Berita Terkait

 





Baca Juga