Kamis, 12/03/2020 19:16 WIB | Dibaca: 356 kali

Siswa SMA N 1 Kalasan Disasar Jadi Relawan Pengawas Pilkada


Kordiv PHL Panwascam Kalasan, Lilik Sumitro saat menyampaikan sosialisasi di SMA N 1 Kalasan, Kamis (12/03/2020). Foto: Daniel.

SLEMAN – Pemilih pemula yang masih berstatus Pelajar Sekolah Menegah Atas dan Kejuruan (SMA/SMK) merupakan pemilih potensial dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020.

Sebagai upaya memberikan edukasi tentang demokrasi dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2020, Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kalasan menggelar sosialisasi di Sekolah Menengah Negeri (SMA N) 1 Kalasan, Kamis (12/03/2020), siang.

Anggota Panwascam Kalasan, Lilik Sumitro mengatakan, tujuan sosialisasi kepemiluan khususnya terkait pengawasan untuk sisiwa kelas 12 di SMA N Kalasan adalah sebagai upaya untuk memberi kesadaran politik sekaligus  menjaring pengawasan partisipatif kalangan milenial,

“Kalangan milenial, khususnya pemilih pemula perlu diberi pembekalan tentang kepemiluan, termasuk bagaimana mengawasi pemilihan agar benar-benar sesuai dengan aturan. Untuk mewujudkan Pemilihan Bupati Sleman 2020 yang berintegritas, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil perlu partisipasi masyarakat termasuk kalangan pemilih pemula,” ungkap Lilik yang hadir didampingi Staf Panwascam Kalasan Daniel Silalahi.

Dalam sosialisasi Ia menjelaskan, beberapa praktik yang melanggar aturan diantaranya adalah money politik (politik uang), kampanye hitam dengan cara menjelek-jelekkan salah satu Calon Kepala Daerah sehingga menimbulkan perpecahan dalam masyarakat, politisasi Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA),

“Ada juga larangan untuk ASN atau PNS berkampanye atau tidak netral. Jadi kalau adik-adik mendapati pelanggaran-pelanggaran, bisa melaporkan kepada kami melalui nomor telepon, WA, melalui media sosial kami, atau datang langsung ke kantor di Kecamatan Kalasan,” ujarnya di hadapan sedikitnya 100 an siswa yang hadir.

Menurut Lilik, pelajar SMA N 1 Kalasan memang tidak semua sudah mempunyai hak pilih, karena ada yang belum genap 17 tahun saat pelaksanaan Pilkada pada 23 September 2020 mendatang,

“Namun setidaknya siswa kelas 12 sudah mendekati memiliki hak pilih dalam Pemilu, jadi tetap penting juga mendapatkan sosialisasi,” imbuh Lilik yang sekaligus Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwascam Kalasan.

Meski pemilih pemula, namun kalangan pelajar adalah pemilih cerdas dan cenderung belum terlibat politik praktis, sehingga diharapkan dengan mendapat sosialisasi kepemiluan, khususnya pengawas, akan menjadi pemilih yang cerdas,

“Kami percaya siswa SMA N 1 Kalasan adalah siswa yang cerdas, dan bagi yang sudah punya hak pilih akan menggunakan hak pilihnya dan menjadi pemilih cerdas yang taat aturan,” pungkasnya.

Sementra itu, salah satu siswa kelas 12 SMA N 1 Kalasan, Muhammad Lutfi Arya Widakdo (17), mengatakan setelah mengikuti sosialisasi ia mendapatkan pengetahuan baru tentang kepemiluan, terutama terkait Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu),

“Seperti soal money politic, ternyata itu melanggar, meski tidak diterima oleh sendiri atau orang per orang tapi untuk masyarakat. Seperti pernah dengar ada yang menerima dari calon DPR dulu (pada Pileg 2019), tapi warga sepakat untuk bangun kampung, tapi pilihan tetap sesuai keinginan masing-masing warganya,” ujarnya.

Setelah mendapatkan sosialisasi, Lutfi siap bersama Panwascam Kalasan untuk turut mengawasi Pilkada yang berintegritas,

“Kan nanti kita akan pilih bupati Sleman yang akan memerintah 5 tahun jadi harus benar-benar selektif, tidak dengan money politik, karena itu melanggar aturan. Bersama Panwascam Kalasan, siap mengawasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2020,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA N 1 Kalasan, Drs. Sumarno mengatakan, sosialisasi dari Panwascam Kalasan diperlukan bagi siswanya,

“Sosialisasi ini perlu, agar anak-anak kami yang sudah menjadi pemilih pemula bisa menggunakan hak pilih sesuai dengan aturan yang ada. Pemilih pemula ini potensial karena jumlahnya banyak. Ke depan kami siap bekerjasama lagi yang lebih efektif dengan Panwascam Kalasan, supaya anak-anak juga belajar berdemokrasi,” pungkasnya (rd2)

 

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati


 





Baca Juga