Menunggu Rujukan, Tiga Warga Sleman Terinveksi Covid-19 Meninggal Saat Isolasi Mandiri di Rumah


ilustrasi

SLEMAN –Tiga warga Sleman yang terinfeksi Covid-19 meninggal dunia ketika menjalankan isolasi mandiri di rumah. 

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengungkapkan, saat ini terjadi lonjakan kasus kematian pasien Covid-19 di Sleman.

Kasus pasien yang meninggal saat isolasi mandiri di rumah karena menunggu rujukan. Saat itu kondisi bed atau tempat tidur di RS rujukan penuh. Selain itu, kata dia, ada yang meninggal IGD RS atau di ruang isolasi menunggu kesiapan ICU,

"Ada juga yang meninggal saat dirawat di RS di luar Sleman yang terlambat memasukkan datanya," kata Joko, saat dihubungi wartawan, Minggu (14/02/2021).

Berdasarkan data per 12 Februari terjadi penambahan 20 kasus Covid-19 dalam sehari di wilayah Kabupaten Sleman. Total pasien terkonfirmasi Positif Covid-19 di Sleman saat ini menyentuh angka 226 kasus.

Kondisi tersebut berdampak pada makin dekatnya rata-rata Case Fatality Rate (CFR) Sleman dengan rata-rata CFR nasional. Hingga Minggu (14/2) sore, total pasien Covid-19 yang meninggal ada 229 kasus dari total 9.325 kasus sehingga nilai CFR nya 2,42,

"Angka nasional kemarin 2,72, jadi hampir mendekati," ungkapnya.

Menurut Joko, penambahan jumlah kasus pasien terkonfirmasi Covid-19 terjadi setelah dilakukan sinkronisasi data antara Puskesmas, Dinkes Sleman dan Dinkes Daerah Istimewa Yogyakarta. Jika ditambah tiga kasus kematian pasien Covid-19 per Februari, katanya, jumlah kumulatifnya mencapai 229 kasus.

Berdasarkan hasil pencocokan selama bulan Januari  tersebit, kata Joko, banyak kasus MD yang belum terlaporkan.

Sementara itu, Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19 di DIY, Berty Murtiningsih mengungkapkan, Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di DIY bertambah sebanyak 108 kasus pada Minggu (14/2/2021).

Dengan penambahan itu maka total kasus positif saat ini menjadi sebanyak 25.033 kasus.  

Menurutnya, Distribusi kasus terkonfirmasi menurut domisili wilayah adalah Kota Yogya 12 kasus, Bantul 22 kasus, Kulon Progo 10 kasus, Gunungkidul 10 kasus, dan Sleman 54 kasus.(kt1)

Redaktur: Faisal


 





Baca Juga