Dukung Program Kemendikbud, LPPM UP45 Gelar Sosialisasi Program Matching Fund dan PJJ


Pintu Gerbang UP 45. Foto:doc/up45.

YOGYAKARTA - Lembaga Pengabdian pada Masyarakat Universitas Proklamasi 45 (LPPM UP45) telah menggelar Sosialisasi Program Matching Fund dan Program Bantuan Dana Penyelenggaraan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Kamis (04/03/2021) yang lalu.

Pembina Yayasan Universitas Proklamasi 45, Usamah Said,MPA mengatakan, kedua kegiatan tersebut bertujuan sebagai upaya mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim. Perguruan tinggi membutuhkan inovasi dan kreativitas dalam menjalankan kebijakan Kampus Merdeka,

“Jika lima permendikbud landasan penerapan kebijakan Merdeka Belajar ditetapkan sebagai upaya percepatan dan diikuti berbagai stimulan guna mendukung program tersebut, maka Matching Fund adalah salah satu bentuk nyata dukungan Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) Republik Indonesia,” tuturnya,  

Usamah menjelaskan, Skema insentif dana padanan (Matching Fund) adalah upaya link and match perguruan tinggi dengan industri. Menghilangkan atau mengurangi gap antara perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, terlebih lulusannya, agar nantinya mampu terserap dengan baik di Dunia Usaha Dunia Industri atau DUDI. Melalui kegiatan ini Ia optimis jika ekosistem Kampus Merdeka dapat terwujud,

“Begitu juga dengan Program Bantuan Dana Penyelenggaraan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), sebagai contoh blended learning memberikan kemudahan belajar bagi mahasiswa untuk mengakses materi kuliah secara digital, dimanapun, kapanpun, dan dalam situasi apapun artinya memberikan kesempatan bagi mahasiswa agar tidak tertinggal dalam mata pelajaran,” imbuhnya.

Menurut Usamah, berbagai kegiatan upaya akselerasi kampus, Dunia Usaha Dunia Industri atau DUDI merupakan cara Kemendikbud untuk melakukan pembinaan bagi perguruan tinggi yang memiliki AIPT B dan program studi akademik yang memiliki akreditasi B dan C untuk aktif berkontribusi di daerah 3 T atau Indonesia Timur,

Kolaborasi dan sinergi strategis dilakukan melalui kegiatan magang, praktik kerja industri, pengabdian ke desa, mengajar di satuan pendidikan, melakukan pertukaran mahasiswa, penelitian kewirausahaan, studi proyek industri, program kemanusiaan,

“Inilah upaya menyelesaikan isu sosial masyarakat, menjawab tantangan industri, dan solusi masalah perguruan tinggi melalui kemitraan perguruan tinggi dengan DUDI dan masyarakat. Kolaborasi antara dosen dengan DUDI, dalam aktivitasnya juga melibatkan mahasiswa atau civitas kampus,” ujarnya.

“Perguruan tinggi melalui dosen pengusul silahkan untuk membuat proposal, pilih ruang lingkup yang ditawarkan. Ingat bahwa perguruan tinggi adalah penghasil inovasi untuk memecahkan masalah yang dialami oleh DUDI. Jika dana yang dikucurkan untuk program ini maksimal 5 milyar rupiah untuk tiap proposal yang disetujui, maka silahkan para dosen untuk dapat memanfaatkan peluang ini untuk dapat memberikan solusi inovasi pemecahan bagi permasalahan masyarakat di Dunia Industri Dunia Usaha pada khususnya,” pungkas Usamah Said. (rd2)

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati


 





Baca Juga