YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta menyatakan dukungannya terhadap berbagai program pembinaan dan reintegrasi sosial yang dilaksanakan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta. Dukungan tersebut disampaikan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo saat menerima audiensi Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta, Galih Rakasiwi, di Kantor Wali Kota Yogyakarta, Rabu 3 Juni 2026.
Audiensi tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus perkenalan Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta yang baru, serta membahas penguatan sinergi dalam pelaksanaan program pemasyarakatan dan implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru, khususnya terkait pidana kerja sosial.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta memaparkan perkembangan sosialisasi pidana kerja sosial yang telah dilaksanakan di berbagai kemantren di Kota Yogyakarta. Selain itu, disampaikan pula sejumlah kegiatan kerja sosial yang telah berjalan melalui aksi sosial dan program Bapas Peduli yang melibatkan klien pemasyarakatan sebagai bentuk reintegrasi sosial di tengah masyarakat.
Wali Kota Yogyakarta memberikan apresiasi terhadap berbagai kegiatan sosial yang selama ini dilaksanakan Bapas bersama klien pemasyarakatan. Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana bagi klien pemasyarakatan untuk membangun kembali kepercayaan diri dan berkontribusi secara positif di lingkungan sekitarnya.
Dalam audiensi tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta juga berharap Bapas dapat terlibat dalam program Bedah Rumah yang selama ini dijalankan pemerintah daerah. Keterlibatan klien pemasyarakatan dinilai dapat menjadi bentuk nyata pelaksanaan kerja sosial sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, Wali Kota Yogyakarta menyampaikan dukungan terhadap pengembangan program di Griya Abhipraya sebagai pusat pembimbingan dan pemberdayaan klien pemasyarakatan. Menurutnya, pembimbingan tidak hanya perlu difokuskan pada aspek spiritual, tetapi juga penguatan keterampilan dan kemandirian ekonomi.
Beberapa gagasan yang muncul dalam pertemuan tersebut antara lain pengembangan usaha batik cetak, produksi makanan khas daerah melalui kemitraan dengan pelaku usaha lokal, serta pengembangan program ketahanan pangan melalui produksi telur asin yang memiliki nilai ekonomis.
“Program pembimbingan hendaknya lebih diarahkan pada kegiatan yang produktif sehingga dapat memberikan bekal keterampilan dan kemandirian bagi klien setelah kembali ke masyarakat,” pesan Wali Kota Yogyakarta.
Melalui audiensi ini, Bapas Kelas I Yogyakarta dan Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam mendukung pelaksanaan pidana kerja sosial, program reintegrasi sosial, serta pemberdayaan klien pemasyarakatan agar lebih mandiri dan produktif di masa mendatang. (Niken)***














