News  

Audiens Lebih Berharga daripada Modal Besar untuk Memulai Bisnis

 

JOGJAKARTANEWS.COM, YOGYAKARTA – Membangun bisnis di era digital tidak lagi selalu bergantung pada besarnya modal. Bagi Content Marketing Manager Kompas.com, Luthfi Kurniawan, aset terpenting justru adalah audiens yang telah dibangun melalui konten dan kepercayaan publik.

“Orang sering mengira memulai bisnis harus punya modal besar atau keahlian khusus. Padahal, audiens yang kamu bangun, konten yang kamu buat, dan keterampilan yang diasah setiap hari sudah cukup menjadi fondasi untuk memulai usaha,” kata Luthfi dalam sesi Dari Audiens Menjadi Bisnis di Isvara Riverside, Yogyakarta, Rabu, 8 Juli 2026.

Menurut Luthfi, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara seseorang membangun usaha. Kreator konten tidak lagi hanya berperan sebagai penyedia informasi atau hiburan, tetapi juga memiliki peluang mengembangkan produk dan layanan yang berangkat dari kebutuhan audiensnya.

Ia mengatakan komunitas yang telah mengikuti dan mempercayai sebuah karya merupakan pasar pertama yang paling potensial. Kepercayaan yang dibangun secara konsisten menjadi modal penting untuk mengembangkan bisnis yang berkelanjutan.

Luthfi menilai kemajuan teknologi juga membuat proses berkarya semakin mudah. Berbagai platform dan perangkat kreatif memungkinkan siapa pun menghasilkan karya berkualitas tanpa harus menguasai kemampuan teknis yang rumit. Karena itu, menurut dia, yang lebih menentukan adalah kemampuan membaca kebutuhan audiens dan menghadirkan solusi yang relevan.

“Jangan menunggu semuanya sempurna. Mulailah dari kemampuan yang sudah dimiliki. Hobi, pengalaman, atau keterampilan yang selama ini ditekuni bisa diubah menjadi produk maupun jasa yang memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Menurut Luthfi, langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan hasil lebih baik dibanding menunggu waktu yang dianggap ideal. Ia menyarankan calon pelaku usaha mulai memetakan kelebihan diri, mengenali karakter audiens, lalu menawarkan produk atau layanan secara bertahap.

Ia juga melihat pendekatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang semakin ditopang industri kreatif. Dalam ekosistem digital, nilai sebuah bisnis tidak hanya ditentukan oleh produk, tetapi juga oleh kepercayaan dan hubungan yang terbangun dengan audiens.

“Siapa pun dapat menciptakan nilai ekonomi dari apa yang mereka bagikan, selama memahami siapa yang dilayani dan mampu memberikan manfaat yang nyata,” kata Luthfi.

Melalui pendekatan itu, Luthfi berharap semakin banyak kreator yang berani melangkah dari sekadar membangun audiens menjadi pelaku usaha. Menurut dia, kreativitas yang dipadukan dengan konsistensi dan kepercayaan publik dapat menjadi modal utama untuk menciptakan bisnis di era digital.

FULL

58 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by rasalogi.com