BENGKULU – Tradisi Tabot yang hingga kini menjadi salah satu identitas budaya masyarakat Bengkulu memiliki sejarah panjang yang terus menjadi perhatian para pemerhati sejarah dan budaya. Berdasarkan riwayat yang dimuat dalam Wikipedia, tradisi lisan Kerukunan Keluarga Tabot (KKT), serta sejumlah kajian sejarah, disebutkan bahwa Tradisi Tabot pertama kali diperkenalkan di Bengkulu oleh rombongan yang dipimpin Imam Maulana Ichsad pada tahun 1336 M.
Menurut riwayat tersebut, Imam Maulana Ichsad merupakan Zuriat Nabi Muhammad SAW (Sayid) melalui jalur Imam Husain AS dan Imam Ali Zainal Abidin AS. Beliau bersama rombongannya melakukan perjalanan dakwah dari wilayah Punjab menuju Nusantara dan akhirnya tiba di Bandar Sungai Serut, Bengkulu, pada Kamis, 5 Januari 1336 M, bertepatan dengan 18 Jumadil Awal 736 Hijriah. Dari rombongan tersebut, disebutkan hanya 13 orang yang selamat hingga mencapai Bengkulu.
Kedatangan Imam Maulana Ichsad tidak hanya dikaitkan dengan penyebaran Islam, tetapi juga dengan diperkenalkannya Tradisi Asyura (Tabot) sebagai bentuk penghormatan terhadap syahidnya Imam Husain di Padang Karbala. Tradisi tersebut mengandung nilai perjuangan, pengorbanan, keadilan, dan keteguhan dalam mempertahankan kebenaran.
Di antara para Zuriat/Sayid tersebut diketahui adalah
Riwayat itu juga menyebut beberapa anggota rombongan, antara lain Syekh Abdurrahman (Ampar Batu) wafat hari Kamis tanggal 12 April 1336 M/ 21 Sya’ban 736 H dan Zalmiyah (Kramat Gadis), wafat hari Sabtu, 24 Ramadhan 737 H. yang makamnya hingga kini dikenal sebagai bagian dari jejak sejarah awal penyebaran Islam di Bengkulu.
Perjalanan sejarah Tabot kemudian berlanjut melalui generasi Zuriat Bengkulu, yaitu Syah Bedan dan keponakannya, Syekh Burhanuddin (Imam Senggolo XII), yang pada abad ke-17, untuk periode berikutnya keturunan Imam Senggolo yang mempertahankan dan melanjutkan tradisi Tabot di Bengkulu. mengembangkan dan mempopulerkan Tradisi Tabot sehingga diwariskan secara turun-temurun oleh Keluarga Tabot hingga saat ini.
Peringatan Tabot Bengkulu Mengenang Kepahlawanan Imam Husain AS juga sebagai tanda 690 tahun kedatangan Imam Maulana Ichsad dalam Menyebarkan Islam di Tanah Bengkulu dan juga menjadi momentum untuk kembali mengenang akar sejarah Tradisi Tabot sebagai bagian dari warisan budaya Bengkulu. Selain menjadi identitas budaya daerah, Tabot juga mencerminkan perjalanan panjang akulturasi antara nilai-nilai Islam, sejarah Ahlul Bait, dan budaya lokal yang telah bertahan selama berabad-abad. (Fuad)














