Dukung Ketahanan Pangan, Bapas Kelas I Yogyakarta Gelar Pelatihan Budidaya Lele bagi Klien Pemasyarakatan

YOGYAKARTA — Bapas Kelas I Yogyakarta menggelar pelatihan budidaya lele menggunakan galon bekas bagi enam klien pemasyarakatan yang telah memperoleh hak integrasi di Griya Abhipraya Purbonegoro, Senin (20/7). Kegiatan ini merupakan tahap pertama program pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali klien dengan keterampilan praktis untuk mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang usaha setelah kembali ke masyarakat.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Subsie Bimbingan Kerja Dewasa Bapas Kelas I Yogyakarta, *Adita Deka Pratama, S.H., M.M.*, yang menjelaskan bahwa program akan dilaksanakan secara bertahap agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan budidaya lele secara mandiri di rumah.

Materi utama disampaikan oleh Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Muda Bapas Kelas I Yogyakarta, *Yunawan, S.H.*, yang memperkenalkan budidaya lele menggunakan galon bekas sebagai metode yang murah, sederhana, dan mudah diterapkan. Menurutnya, modal pembuatan satu kolam lele dari galon bekas hanya sekitar Rp35 ribu dengan kapasitas 10–15 ekor lele yang dapat dipanen dalam waktu sekitar tiga bulan.

“Kalaupun hasilnya belum maksimal, setidaknya kebutuhan protein keluarga bisa terbantu. Syukur-syukur jika hasil panennya lebih, bisa dijual untuk menambah penghasilan,” ujar Yunawan.

Setelah sesi penyampaian materi dan diskusi mengenai teknik budidaya lele, seluruh peserta mengikuti praktik pembuatan kolam dari galon bekas. Setiap klien terlibat langsung dalam setiap tahapan, mulai dari menggerinda bagian galon, memasang keran air, merekatkan sambungan, hingga membuat lubang untuk saluran pengisian dan pembuangan air. Antusiasme peserta terlihat selama praktik berlangsung hingga seluruh kolam berhasil dirakit dan siap digunakan sebagai media budidaya.

Pelatihan ini akan berlanjut pada tahap berikutnya yang mencakup persiapan media budidaya, pengondisian air, penebaran benih, dan teknik pemeliharaan. Melalui pendampingan berkelanjutan tersebut, Bapas Kelas I Yogyakarta berharap para klien mampu mengembangkan budidaya lele sebagai bekal kemandirian ekonomi, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta mendukung proses reintegrasi sosial setelah kembali ke masyarakat.(Niken)

59 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by rasalogi.com