YOGYAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta bekerja sama dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Forum Dialog Reintegrasi Sosial Anak, Mengusung tema “Bersama Mengantar Anak Kembali ke Masyarakat”, kegiatan tersebut dilaksanakan di Griya Abhipraya Purbonegoro pada Sabtu, 25/07/2026 sebagai wujud komitmen bersama dalam mendukung pemenuhan hak anak serta keberhasilan proses reintegrasi sosial.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan berbagai pihak untuk memperkuat komitmen dalam mendukung proses reintegrasi sosial anak. Melalui forum tersebut, peserta diajak membangun pemahaman bahwa setiap anak berhak memperoleh kesempatan kedua untuk tumbuh, berkembang, dan kembali diterima di tengah keluarga maupun masyarakat tanpa stigma.
Dalam sambutan sekaligus pembukaan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta (Muhammad Ali Syeh Banna) menegaskan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan meraih masa depan yang lebih baik serta mendapatkan dukungan dari seluruh pihak. Ia mengajak seluruh peserta untuk terus membangun optimisme dan kepedulian terhadap anak-anak yang sedang menjalani proses reintegrasi sosial.
“Masa lalu hanya masa lalu, masa depan itu lebih luas, mari kita bersama-sama menuju masa depan yang lebih baik,” pesannya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta (Galih Rakasiwi) menyampaikan bahwa keberhasilan reintegrasi sosial anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga, masyarakat, lembaga sosial, dan berbagai mitra. Kolaborasi menjadi kunci dalam memastikan anak dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih baik dan tidak mengulangi tindak pidana.
Selain forum dialog, kegiatan juga dimeriahkan dengan pameran hasil karya Warga Binaan, yang menampilkan berbagai produk kreatif sebagai bukti bahwa proses pembinaan mampu menumbuhkan keterampilan, kreativitas, dan semangat untuk berkarya. Pameran ini menjadi media edukasi kepada masyarakat bahwa di balik proses pembinaan dan pembmbingan terdapat potensi besar yang dapat terus dikembangkan sebagai bekal untuk kembali menjalani kehidupan lebih produktif dan berkontribusi positif di tengah masyarakat. (Niken)














