Pasokan Air Karena Pipa PDAM Rusak, Belum Direspon Pemkab Gunungkidul

GUNUNGKIDUL – Perusahaan Daerah Air Minum( PDAM) Tirta Handayani menyimpulkan penyebab seringnya terjadi gangguan pasokan air bersih ke pelanggan, karena jaringan pipa air bersih di jalur utama kota Wonosari sudah melebihi batas usia jadi mudah bocor.

“Itu permasalahannya,” kata Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Isnawan Fibriyanto, ketika dihubungi wartawan, Selasa (11/3/2014) siang.

Isnawan menjelaskan, setelah diteliti jaringan pipa di jalur utama kota Wonosari dipasang pada tahun 1980 silam. Padahal pipa yang terbuat dari bahan asbes secara ekonomis hanya mampu bertahan selama 20 tahun.

“Benar saja, setiap ada tekanan berat pasti pipa akan patah dan bocor. Makanya hampir setiap hari ada perbaikan pipa dan imbasnya pada pelanggan,” tambahnya.

Atas persoalan tersebut,kata Isnawan,pihaknya sebenarnya telah mengajukan perbaikan sejak beberapa tahun silam ke Pemkab Gunungkidul, namun hingga saat ini belum mendapatkan merespon.

“Usulan sudah kami ajukan Detailed Engineering Design (DED) juga sudah ada. Padahal ini untuk melayani masyarakat banyak, tapi belum ada respon,” bebernya.

Dihubungi terpisah, Diretur Tehnik PADAM Tirta Handayani Gunungkidul, Pratomo mengatakan, jaringan pipa air bersih yang harus diperbaiki sepanjang 2, 5 kilometer. Untuk membangun jaringan pipa air tersebut membutuhkan biaya Rp 3-4 milyar.

“Dana itu untuk pemasangan jaringan pipa air minum yang sifatnya emergency. Seharusnya ini harus segera dibenahi karena sudah mendesak, usia pipa sudah tua dan mudah bocor,” tambahnya.

Sebelumnya, masyarakat di Gunungkidul kerap mengeluhkan pasokan air bersih dari PDAM Tirta Handayani yang sering terhambat. (dit)

Redaktur: Azwar Anas

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *