Sebulan Pasca Erupsi Kelud, Abu Vulkanik Masih ‘Menggunung’ di Jogja

YOGYAKARTA – Hari ini, tepat sebulan terjadinya erupsi Gunung Kelud, Jawa Timur. Namun masyarakat yang berada daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang terdampak, masih merasakan aroma abu vulkanik. Sebagian warga di Kota Yogyakarta masih ada yang melakukan kegiatan pembersihan baik dilakukan secara pribadi, maupun gotong-royong.

Di beberapa titik masih ditemukan tumpukan-tumpukan karung yang berisi abu vulkanik Gunung Kelud. Bahkan, petugas dari Dinas terkait masih melakukan aktivitas pembersihan di beberapa tempat. Seperti yang terpantau di jalan A.M. Sangaji Kota Yogayakarta pada Kamis (13/03/2014), siang. Beberapa petugas masih sibuk menggali beberapa drainase yang dipenuhi oleh abu vulkanik Gunung Kelud.

“Mulai hari Senin kemarin saya dan beberapa rekan harus bekerja ekstra untuk menggali beberapa drainase yang banyak dipenuhi oleh abu vulkanik Gunung Kelud,” ungkap salah seorang petugas dari dinas KIMPRASWIL Kota Yogyakarta, Ngadiyono (55).

Ngadiyono menambahkan, hingga hari ini sudah kurang lebih seratus karung yang sudah dihasilkan dari drainase.

“Itupun baru drainase-drainase yang berada di jalan A.M. Sangaji sisi barat, belum termasuk di sebelah timur” ujar bapak yang mengaku tinggal di daerah Gamping, Sleman, Yogyakarta ini.

Setiap drainase, kata dia, bisa memenuhi tiga hingga empat karung dengan ukuran besar.
Dikatakan Ngadiyono lebih lanjut, dalam membersihkan drainase-drainase di sekitar jalan A.M. Sangaji, Ngadiyo mengaku tidak sendirian, ia juga dibantu oleh rekan kerjanya semuanya berjumlah 8 orang,

“Namun yang bisa menemani hari ini, hanya 5 orang. Setelah rampung membersihkan drainase-drainase di sekitar jalan A.M. Sangaji ini, kami akan pindah nggon (tempat) karena saya memperkirakan masih banyak drainase-drainase yang dipenuhi oleh abu vulkanik Gunung Kelud ” pungkasnya.

Kontributor :Baharuddin Kamba
Redaktur     : Rudi F

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *