Knalpot Blombongan Massa Kampanye Teror Pedagang Pinggir Jalan

YOGYAKARTA– Memasuki hari keempat pelaksanaan kampanye
terbuka pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014, selain disuguhi dengan janji-janji
dari para Calon Legislatif (Caleg), masyarakat juga dibuat tidak nyaman dengan suara
kebisingan sepeda motor yang menggunakan knalpot ‘blombongan’ dan sejumlah alat
kampanye yang menimbulkan sampah visual.

“Saya berharap pelaksanaan kampanye tahun ini berjalan
berjalan dengan damai dan tidak ada lagi suara motor yang bleyer-bleyer,”
Kata Mbah Parmi (89), penjual koran di daerah Blunyah Gede, Sinduadi, Mlati,
Sleman, Yogyakarta, Rabu (19/3/2014) pagi.

Mbah parmi berharap, peserta kampanye yang membiuat berisik
dan menganggu kenyamanan ditindak tegas.

“Harusnya kalau mau dipilih jangan buat berisik jalanan, ”
ujar perempuan yang sejak 1989 menjada dan berjualan Koran, sambil berjualan bensin
eceran ini.

Mbah Koran, sapaan akrabnya, mengaku terpaksa minggir kalau
ada massa kampanye yang lewat, selain brisik juga karena takut

“Biasanya suka teriak-teriak begitu mereka, jadi takut,”
katanya yang menjajakan korannya dibantu oleh cucunya.

Harapan yang hampir sama juga muncul dari Didik (54) penjual
makanan keliling ini pada pelaksanaan pesta demokrasi di tahun ‘kuda kayu’ ini.

” Saya sangat berharap kampanye tahun ini aman dan
damai agar saya dapat berjualan dengan lancar” harap pria yang mengaku
asal daerah Jawa Timur ini.

Didik yang sudah hampir 5 tahun menjajakan makanan secara
keliling ini juga sempat cemas ketika berpapasan dengan massa kampanye.

“Saya takut kalau gerobak dan daganggan saya ditabrak
oleh massa kampanye” pungkasnya.

 

Kontributor           : Baharuddin Kamba

Redaktur             :
Rudi F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.