Koalisi Pemilih Kritis: Caleg Lecehkan Wartawan Jangan Dipilih

BANTUL – Anggota Koalisi Pemilih Kritis (KPK) Irwan Suryono memberikan pernyataan keras terkait dugaan pelecehan oknum anggota DPRD Bantul, Sarinto yang diduga melecehkan kerja jurnalistik. Sarinto berkata kasar kepada wartawan Harian Jogja, Bhekti Suryani, karena tidak terima dengan pemberitaan kunjungan kerja (Kunker) ke Bali.

“Kami akan laporkan oknum dewan tersebut ke BK DPRD Bantul siang nanti jam 1” ujar Irwan kepada jogjakartanews.com Jumat (21/3/2014) pagi.

Irwan yang juga aktivis Masyarakat Tranparansi Bantul (MTB), menyayangkan sikap oknum dewan yang tidak memberikan contoh berdemokrasi yang baik kepada masyarakat. Menurutnya, profesi wartawan adalah profesi yang dilindungi undang-undang dan harus dihormati. Terlebih, pers adalah pilar ke empat demokrasi.
Irwan menambahkan jika tidak terima dengan berita dapat diselesaikan dengan undang-undang pers, atau dengan memberikan hak jawab.

“Setelah jumatan nanti kami akan demo ke gedung DPRD Bantul, silahkan datang” ajaknya.
Dari penelusuran jogjakartanews.com melalui situs pemiluonlie.com, nama Sarinto, masuk dalam daftar caleg DPRD Bantul dari Partai Amanat Nasional (PAN), daerah pilihan (dapil) 6 nomor urut 2. Terkait hal tersebut Irwan menegaskan akan mempublikasikan agar caleg tersebut agar tidak dipilih lagi oleh masyarakat,

“Dia melecehkan profesi jurnalistik dan beliau masuk tracking dewan yang bermasalah, jadi tidak layak menjadi wakil rakyat,” kesal Irwan.

Diceritakan Irwan, Sarinto yang juga menjabat sebagai ketua komisi D DPRD Bantul ini mengumpat dengan kata-kata yang tidak senonoh kepada wartawan Harian Jogja Bhekti Suryani.

“Dengan menulis berita itu apa kamu keliatan cantik dan terkenal? Kamu dibayar berapa buat berita itu” kata Sarianto dtirukan Irwan. (bhr)

Redaktur: Rudi F

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.