Edutek  

Siswa Inklusi Terancam Kesulitan Melanjutkan Pendidikan

YOGYAKARTA – Perlu sekiranya perhatian juga ditujukan bagi siswa inklusi; siswa berkebutuhan khusus yang belajar di sekolah umum, yang juga mengikuti UN. Pasalnya, meski mereka membaur dengan siswa yang tidak berkebutuhan khusus, mereka tetap memerlukan perhatian.

Menurut Sekretaris Panitia Pelaksana UN Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Rochmad menjelaskan, terdapat beberapa siswa inklusi yang tersebar di beberapa sekolah. Untuk di SMA, terdapat 4 siswa inklusi yang bertempat di SMA Muhammadiyah 4 (3 siswa; tuna netra-red) dan SMA Muhammadiyah 6 (1 siswa; lowvision atau penglihatan kurang-red). Untuk SMK, siswa inklusi terdapat di SMK Muhammadiyah 3 dan SMK Bopkri.

“Jumlahnya belum tahu pasti. Rata-rata mereka lowvision dan tuna rungu,” kata Rohmad kepada Jogjakartanews.com, Senin (14/4/2014). Untuk tingkat SMP dan SD, kata Rochmad, masih dilakukan pendataan lebih lanjut.

Dalam pelaksanaan UN, para siswa inklusi tetap mengikuti aturan yang sama dengan siswa pada umumnya. Akan tetapi, bagi siswa inklusi tingkat SD, diberikan pilihan dalam hal mengikuti ujian.

Rochmad mengatakan, pilihan itu berupa, siswa inklusi yang dinilai kesulitan disarankan untuk hanya mengikuti ujian tingkat sekolah. Hanya saja, siswa tersebut nanti hanya mendapatkan surat tanda tamat belajar (STTB).

Lain halnya jika siswa mengikuti UN, siswa akan mendapatkan Surat Keterangan Hasil Ujian dan Ijazah. “Resikonya, jika hanya mendapatkan STTB, siswa kesilutan melanjutkan pendidikannya,” katanya.

Ia menyarankan, siswa tetap fokus mengikuti ujian, baik itu UN maupun ujian sekolah. “Pendidikan siswa inklusi harus tetap terpenuhi,” ungkapnya. (kim)

Redaktur: Azwar Anas

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.