Untuk Bersaing, Pasar Tradisional Harus Berinovasi

YOGYAKARTA – Perkembangan pasar tradisional dinilai tak begitu besar ketimbang pasar modern yang kini terus bertambah. Bahkan, jika pasar tradisional tidak berbenah, bisa jadi para pelanggan pasar tradisional akan bertambah banyak yang beralih ke pasar modern.

Berbagai cara dilakukan coba guna menjawab tentangan tersebut. Peneliti Institute for Research and Empowerment (IRE), Abdur Rozaki mengatakan, para pedagang bisa membuat platform baru yang berisi inovasi-inovasi yang dapat menarik para pelanggan untuk berbelanja. Selain itu, demi memenuhi tuntutan zaman, pasar tradisional mesti juga tersentuh modernisasi.

“Agar bisa menarik dan dinikmati pelanggan,” katanya dalam sebuah lokakarya di Ruang Utama Atas Kantor Walikota Yogyakarta, Senin (14/4/2014).

Selain itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Yogyakarta, Ali Fahmi menuturkan, agar dapat bersaing bisa juga dengan cara menambahkan jumlah pasar tradisional yang ada. Untuk itu, pihaknya akan menyiapkan Reperda perlindungan pasar tradisional. “Maksimal, Raperda sampai 12 Agustus nanti,” katanya.

Salah satu peserta lokakarya dari lembaga ombudsman daerah DIY, Slamet menambahkan, untuk bersaing dengan pasar modern, para pedagang mesti berusaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal ini akan mendukung upaya-upaya inovasi yang akan dilakukan didalam penjualan nantinya. Disamping itu juga harus dipenuhi kebutuhan para pembeli, baik itu kebutuhan hingga infrastuktur.

“Semua pihak harus dirangkul. Baik stackholder, pedagang, tukang parkir, tukang suplai, dan juga buruh gendong,” imbuhnya. (kim)

Redaktur: Azwar Anas

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *