Badko HMI Jateng-DIY Tolak Politisasi UN

SEMARANG – Badan koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jateng-DIY menggelar aksi mengecam Ujian Nasional (UN) yang dijadikan kampanye politik, Rabu (16/04/2014) siang. Aksi digelar di Depan kantor Kemendikbud Jateng, diikuti sekitar 50 aktivis HMI. Dalam aksinya, mereka mengecam munculnya Profil Joko Widodo dalam salah satu soal UN yang dinilai politis.

Dalam orasinya ketua umum Badko HMI Jateng-DIY, Khusnul Imanuddin menyatakan bahwa pendidikan adalah sesuatu yang sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga kemendikbud seharusnya tahu ketika profil Joko Widodo atau Jokowi yang saat ini menjadi Capres PDIP keluar dalam soal UN. Kemendikbud, Kata Khusnul harus bertanggungjawab dengan soal UN yang politis dan ‘berbau’ kampanye Pilpres itu.

“UN disusun oleh orang-orang terpelajar, bukan dukun yang bisa melakukan hal ghoib, jadi perbuatan mereka harus bertanggung Jawab penuh terhadap permasalahan ini” ujarnya.

Sementara ketua umum HMI Cabang Semarang, Aat Eska mendesak pemerintah untuk mengevaluasi sistem UN yang dinilai tidak mendidik, hanya sebagai bentuk penyiksaan mental. Menurut Aat, banyak siswa yang merasa tidak sanggup mengerjakan UN akhirnya menghalalkan segala cara agar bisa lulus. Bahkan, seringkali adanya oknum yang

mengeruk keuntungan dengan menjual kunci UN dengan harga yang fantastis.

“Lulusan UN yang terbaik selalu diklaim pemerintah sebagai keberhasilan sistem pendidikan, tetapi yang seharusnya dipikir adalah para siswa yang tidak lulus, mereka mengalami depresi mental akut” tambah Aat.

Dalam aksinya, Badko HMI Jateng-DIY juga melakukan aksi teatrikal seorang dukun yang bernama mbah Jambrong melakukan ruwatan terhadap dinas pendidikan Jawa Tengah sebagai bentuk simbolisasi pembersihan dari setan-setan politik penghuni Kemendikbud yang menjadikan UN sebagai ajang transaksional politik.

Massa aksi ditemui Sekretaris Pelaksana UN Jateng, Sungkana. Di hadapan massa aksi Sungkana menyatakan mendukung aksi Badko HMI Jateng.

“Apa yang menjadi aspirasi adik-adik akan kami teruskan ke Kemendiknas. Saat ini tim Kemendiknas sedang mengusut permasalahan ini,” tukasnya.

Aksi aktivis HMI tersebut mendapat pengawalan beberapa anggota Polisi dari Polrestabes Semarang. Setelah lebih dari satu jam menggelar aksi, massa membubarkan diri dengan tertib. (bom)

Redaktur: Aristianto Zamzami

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.