Kemiskinan Terjadi pada Mereka yang Takut Berwirausaha

SLEMAN – Indonesia merupakan negara kaya akan sumber daya alam (SDA) dan dapat dijadikan sumber pendapatan yang besar, untuk kesejahteraan rakyat. Namun,kenyataannya kesejahteraan masyarakat justru sangat kecil.

Melihat hal itu, Inisiator Karya Bagi Negeri sekaligus Direktur PT Karya Buana Nusantara Aristianto Zamzami menilai, masyarakat Indonesia masih takut berwirausaha. Untuk itu tingkat pengangguran dan kemiskinan di Indonesia semakin tinggi.

“Dengan berwirausaha kita bisa membuka lowongan kerja sendiri tanpa harus bergantung pada penerintah,” ujarnya dalam Seminar Kewirausahaan Karya Bagi Negeri di Ruang Multimedia Lantai 3 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sabtu (10/5/2014).

Zami melanjutkan, dengan beriwarausha masyarakat dapat dengan bebas melakukan inovasi dan kreasi, serta keuntungan bisa jauh lebih besar. Kemudian dapat menciptakan pasar baru yang mana sebelumnya tidak mendapat perhatian dari pengusaha lain.

Zami menyadari, keterbatasan berwirausaha terletak pada pengadaan modal. Untuk itu pihaknya menggagas Karya Bagi Negeri yang diperuntukkan membantu menciptakan pengusaha-pengusaha baru termasuk dalam permodalan.

“Kami (KBN-red) juga memberikan beasiswa itu dengan sistem semi hibah, agar mahasiswa dapat serius dalam mengambangkan usahanya, lantaran setengah dari beasiswa yang mereka dapat akan dikambalikan. Jika beasiswa itu sepenuhnya diterima oleh mahasiswa, mereka akan terlena dan tidak akan mengembangkan usahanya,” kilasnya.

Sementara, Ketua Center Entrepreneurship Development UGM Edi Suryanto MSc PhD, mengamini pendapat Zami. Edi menyatakan mengembangkan bidang kewirausahaan kepada mahasiswa, butuh dukungan pula dari pihak universitas atau kampus. Hal itu diperlukan, karena dukungan dapat berupa dana dan ilmu, yang mana kedepannya sangat berguna bagi pengembangan usaha mereka.

“Saya mendukung sekali dengan adanya KBN. Semoga ke depan mampu membantu menciptakan pengusaha-pengusaha muda di Indonesia sehingga perekonomian kita terangkat,” ujarnya. (war)

Redaktur: Azwar Anas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.