Edutek  

Inilah Cara ‘Membunuh’ Kebosanan Siswa di Kelas

RUANG kelas merupakan ruangan yang dibatasi oleh empat dinding, tempat guru dan sejumlah siswa bertatap muka untuk mengikuti proses belajar mengajar. Di dalam ruangan tersebut guru memiliki peran penting dalam keberhasilan proses pembelajaran.

Tidak dapat dipungkiri bahwa selama beberapa dekade ini pendidikan hanya menyuguhkan materi yang menuntut siswa untuk menghafal berlembar-lembar materi. Fakta tersebut menjadi latar belakang kegiatan belajar mengajar di kelas menjadi sesuatu yang membosankan bagi siswa. Para siswa akan semakin merasa jenuh apabila mereka hanya duduk dan mendengarkan guru bercerita tanpa melibatkan partisipasi mereka.

Guru yang baik secara tidak langsung dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman, variatif serta kondusif bagi terciptanya suasana suka belajar pada diri siswa tentang materi yang diberikan sehingga tujuan pembelajaran yang direncakanan dapat tercapai.

Seorang guru akan merasa puas apabila ia dapat menyampaikan materi yang dikuasainya kepada para siswa sehingga tujuan pembelajaran yang direncanakan dapat tercapai. Faktor yang menghambat keberhasilan siswa dalam menyerap materi yang disampaikan oleh guru adalah kejenuhan atau kebosanan.

Seorang murid cenderung akan merasa bosan apabila proses pembelajaran yang diberikan oleh guru monoton atau tidak bervariasi. Oleh karena itu, guru dituntut untuk terampil menggunakan variasi sehingga rasa bosan di dalam diri siswa dapat dihindari.

Beberapa solusi yang dapat diterapkan oleh pendidik untuk menciptakan pembelajaran menyenangkan dan dapat mencegah timbulnya rasa bosan adalah sebagai berikut:

Pertama, membangkitkan motivasi belajar siswa sebelum mengikuti pembelajaran sehingga siswa seakan-akan “terbakar” semangatnya untuk belajar. Selain itu, tunjukkan diri Anda sebagai pribadi yang humoris sehingga siswa akan tertarik dengan Anda.

Kedua, menciptakan kegiatan-kegiatan yang bernuansa kegembiraan. Seorang guru dapat memunculkan rasa gembira pada diri siswa misalnya dengan metode belajar sambil bermain. Selain itu, mereka juga membutuhkan nuansa pembelajaran yang fresh sehingga akan menimbulkan motivasi belajar pada diri siswa.

Ketiga, mengadakan kegiatan outdoor. Seorang guru dapat menyampaikan pelajaran IPA misalnya mengenai jenis-jenis binatang dengan mengajak para siswa ke kebun binatang. Di sana para guru dapat memperkenalkan kepada para siswa tentang nama-nama binatang, ciri-ciri binatang, jenis-jenis makanannya, dan lain-lain.
Keempat, menciptakan suasana pembelajaran yang tidak monoton. Suasana kelas merupakan salah satu daya dukung pembelajaran. Sehingga, suasana kelas harus variatif serta kondusif agar tujuan pembelajaran yang direncanakan dapat tercapai.

Kelima, mengundang sumber belajar secara langsung ke dalam kelas. Hal ini dimaksudkan untuk membagi pengalaman secara langsung kepada para siswa sehingga siswa akan lebih tertarik dengan materi yang akan disampaikan.

Beberapa hal di atas merupakan saran bagi para pendidik serta para calon pendidik dalam menyampaikan materi kepada para siswa untuk menghindari munculnya rasa bosan. Hal terpenting adalah guru harus mempunyai banyak kreativitas untuk menciptakan kelas yang menyenangkan, membuat siswa ikhlas dalam mengikuti pelajaran, serta tidak membuat mereka merasa bosan ataupun jenuh di dalam kelas. (*)


Penulis: Elysa Rohmawati Mahasiswa PGSD FIP Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.