Antisipasi Kecurangan Pilpres, PAHMI Akan Gelar Apel Siaga PKL di Bandung

JAKARTA – Relawan pasangan Calon Presiden-Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) nomor urut 2, Joko Widodo -Jusuf Klla yang tergabung dalam Persaudaraan Himpunan Masyarakat Indonesia pro Joko Widodo -Jusuf Kalla (PAHMI PROJO) merencanakan aksi khusus di wilayah Jawa Barat (JABAR) untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang.

Untuk melaksanakan strategi-strategi khusus tersebut, PAHMI PROJO akan menggelar deklarasi dan apel siaga Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk Pilpres Jujur, di Bandung hari ini, Selasa (24/06/2014), rencananya mulai pukul 11.00 Wib. Apel siaga ini akan diikuti ratusan PKL dari wilayah Bandung.

Menurut Koordinator Nasional PAHMI PROJO, Muhyat AS, potensi kecurangan dalam Pilpres mendatang diantaranya adanya mobilisasi massa tertentu saat hari H untuk memilih salah satu Capres-Cawapres.

“Memang dalam Pilpres ini adanya kecurangan money politic kemungkinannya kecil, tapi adanya pengerahan massa (untuk memilih salah satu pasangan), cukup tinggi. Sesuai undang-undang Pemilu, saat hari H kan tidak boleh ada kampanye. Oleh karenanya, pengawasan itu penting demi terselenggaranya pemilu yang bersih, jujur, dan adil. Harapannya apel siaga ini juga akan digelar di skala nasional, tidak hanya di JABAR” katanya kepada jogjakartanews.com di Jakarta, Selasa (24/06/2014).

Lebih lanjut dijelaskan Muhyat, aksi PAHMI PROJO juga akan fokus untuk mengklarifikasi isu-isu negatif atau black campaign yang menyerang pasangan Jokowi-JK.

“Kita tahu isu SARA (Suku, Ras, Agama;red) yang menyudutkan Jokowi-JK cukup massif di JABAR. Namun kami meyakini masyarakat JABAR adalah masyarakat cerdas, sehingga tidak mudah diprovokasi dengan isu-isu tidak benar. Masyarakat JABAR juga sudah mengenal figur serta track record Jokowi dan JK dengan baik. Meski demikian kami merasa perlu untuk terus meningkatkan trust (kepercayaan) masyarakat JABAR terhadap Jokowi-JK,” tukas Muhyat.

Selain itu, kata Muhyat, strategi yang akan dijalankan PAHMI PROJO juga menitik beratkan untuk terus mengingatkan kepada masyarakat, terutama generasi muda agar memilih pasangan capres-cawapres dengan cerdas dan objektif.

“Yaitu yang telah teruji dan mempunyai rekam jejak yang baik, jujur, sederhana, merakyat, serta cakap secara intelektual sekaligus mempunyai pergaulan internasional memadai. Tentu kita semua tahu figur yang memenuhi kriteria tersebut era sekarang adalah Jokowi-JK,” pungkas Muhyat.(ded)

Redaktur: Tarnowo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.