Para PKL di Bandung Rela Tak Jualan Demi Dukung Jokowi-JK

BANDUNG– Para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Bandung rela tak berjualan
demi memenangkan pasangan Capres-Cawapres Jokowi-JK. Mereka siap bersiaga
mengamankan Pilpres dari potensi praktik kecurangan, baik oleh penyelenggara
maupun pasangan lainnya.

“Kami rela tak berjualan saat pencoblosan tidak berjualan. Kami
akan melakukan ronda menjelang hingga perhitungan suara di TPS usai.
Kami tidak ingin Pilpres dikotori dengan kecurangan, karena kami ingin memilih pemimpin bersih, yaitu Jokowi-JK nomor 2,” tegas ketua PKL, Surasa usai mengikuti apel siaga yang digelar Persaudaraan Himpunan
Masyarakat Indonesia Pro Jokowi-JK (PAHMI-PROJO) di Kelurahan Gempolsari
Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Rabu (25/06/2014) siang.

Dalam kesempatan terebut, Koordinator Nasional PAHMI PROJO, Muhyat
AS memberikan arahan kepada ratusan PKL yang hadir, dan menekankan akan pentingnya melakukan pendekatan
persuasive kepada pemilih  dengan cara yang humanis dan komunikatif.

“Kita sebagai relawan PAHMI PROJO harus bisa mengajak masyarakat
dengan cara-cara yang baik. Kita harus bisa menyampaikan program, visi-misi
Jokowi-JK dengan jelas agar bisa dipahami semuanya. Namun kita tidak
boleh terprofokasi untuk melakukan black campaign atau cara-cara yang
tidak simpatik lainnya,” tutur Muhyat AS di hadapan massa.

Selain memberikan arahan kepada para PKL, PAHMI PROJO juga mendistribusikan
ratusan alat peraga kampanye Jokowi-JK kepada para PKL. Usai acara deklarasi
apel siaga dengan konsep rapat umum tersebut, para PKL dan relawan PAHMI-PROJO
lainnya berbaur dalam suasana kampanye penuh kegembiraan. Para PKL dihibur
penyanyi dan seniman Bandung yang juga bagian dari relawan PAHMI PROJO. (ded)

Redaktur: Tarnowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.