PAHMI PROJO-JK: Ancaman Terhadap Ketua KPU Kriminal dan Merusak Demokrasi

JAKARTA – Langkah Mabes Polri yang memastikan akan menindaklanjuti laporan Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Malik, terhadap Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M. Taufik atas dugaan ancaman penculikan disambut baik kalangan pendukung Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Jokowidodo- Jusuf Kalla.

“Kalau memang benar ada ancaman penculikan terhadap ketua KPU, penegak hukum sudah selayaknya melakukan pengusutan. Ancaman dalam bentuk apapun terhadap komisioner KPU, apalagi terkait gugatan capres-cawapres tertentu di MK (Mahkamah Konstitusi), tak hanya tindakan kriminal namun juga merusak demokrasi,” tandas Koordinator Nasional Persaudaraan Himpunan Masyarakat Indonesia Pro Joko Widodo-Jusuf Kalla (PAHMI-PROJO JK), Muhyat. AS kepada jogjakartanews.com di Jakarta, Selasa (12/08/2014).

Menurut mantan ketua umum Badan Koordinator Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO-HMI) Jateng-DIY ini, terkaiit sengketa Pilpres, seharusnya semua pihak menyerahkan kepada MK untuk mengambil keputusan terbaik, tanpa ada intervensi apalagi intimidasi.

“Kami berharap, saat ini kita semua mempercayakan proses hukum ke MK. Lebih baik kita menatap masa depan dengan bersama-sama mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa, demi Indonesia yang lebih hebat dan bermartabat,” tutup Muhyat.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Ronny Franky Sompie membenarkan penyidik Bareskrim Polri sudah menerima laporan ketua KPU terkait adanya ancaman terhadapnya
Ronny mengaku, pihaknya juga sudah mengantongi barang bukti yang diserahkan pelapor berupa rekaman media tentang adanya ancaman tersebut.

“Polri tetap melakukan koordinasi untuk pengamanan terhadap para Komisioner KPU tersebut. Koordinasi untuk pengamanan terhadap para Komisioner KPU langsung dilakukan Polri,” katanya kepada wartawan di Jakarta, belum lama ini.

Sekadar mengingatkan, Husni melaporkan Taufik ke Bareskrim Polri, Senin (11/8) dini hari. Laporan itu buntut dugaan ancaman penculikan yang disampaikan Taufik saat berorasi di depan Gedung Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu. (ded)

Redaktur: Rudi F

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.