PB HMI Siap Jadi Lokomotif Hadapi MEA 2015

JAKARTA – Mulai tahun 2015 mendatang, Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) Termasuk Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean ( MEA) yang telah disepakati sepuluh negara anggotanya pada 2007 lalu.

Indonesia adalah salah satu negara di ASEAN yang harus siap menghadapi MEA dengan menunjukkan kemampuan dan keunggulannya di bidang Ekonomi. Namun kesiapan masyarakat Indonesia menghadapi MEA dinilai masih kurang.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), M. Arief Rosyid Hasan. Menurutnya dari beberapa penelitian beberapa lembaga survey yang berkompeten, dari 250 juta jiwa lebih masyarakat Indonesia, hanya 16 persen masyarakat yang mengetahui rencana pembentukan MEA tersebut.

“Sebagai negara dengan penduduk terbesar dikawasan ASEAN tentu hal ini menjadi sangat miris bagi bangsa Indonesia. Dapatkah Indonesai bersaing dalam momentum tersebut, ataukan akan menjadi negara tujuan pasar seja atau dengan kata lain apakah momentum MEA ini akan mejadi peluang ataukan ancaman bagi masyarakat Indonesia?” ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (11/10/2014).

Menyimak serta mencatat banyaknya data yang menjadi bahan rujukan bangsa Indonesia tentang kesiapan dalam menghadapi MEA ini, kata Arief, PB HMI sebagai salah satu corong pembentukan karakter anak bangsa merasa terpanggil untuk menjadi lokomotif kesuksesan Indonesia pada event MEA 2015 tersebut.

Dikatakan Arif, negara-negara anggota komunitas ASEAN lainnya sudah mulai menunjukkan kesiapannya menghadapi MEA. Hal itu, kata dia, ditunjukkan dengan mulai dimasukkannya bahasa Indonesia dalam kurikulum belajarnya.

“Penduduk asean hampir mencapai 600 juta jiwa, sedangkan penduduk Indonesia mencapai 255 juta jiwa, artinya hampir dari 50 persen dari masyarakat ASEAN adalah masyarakat Indonesia. Tentu hal ini bisa menjadi peluang sekaligus ancaman bagi bangsa Indonesia,” kata Arief.

Berangkat dari fakta ini, Arif menegaskan PB HMI merespon hal tersebut sebagai rasa tanggung jawab terhadap pembangunan bangsa Indonesia.

“Langkah real yang dilakukan oleh PB HMI adalah dengan melaksanakan program ASEAN Unity di palangkaraya,” tukasnya.

Sementara Ketua Bidang Hubungan Internasional PB HMI, Ahmad Tantawi menambahkan, program Asean Unity 2015  PB HMI akan diselenggarakan di Palangkaraya pada tanggal 10-14 oktober 2015.

“Kegiatan ini sebagai event advokasi, edukasi dan sosilisasi MEA 2015 terhadap anak muda bangsa agar lebih siap secara mental dalam menghadapi MEA tersebut,” Kata Tantawi.

“Kegiatan yang akan diikiti oleh, PB HMI, anggota HMI dari seluruh Badko di Indonesia, BEM se Kalimantan dan HMI cabang se Kalimantan ini diharapkan bisa menjadi wadah untuk menambah kesadaran serta kesiapan anak muda Indonesia dalam menghadapi MEA 2015 mendatang,” Tutup tantawi. (pr/ded)

Redaktur: Aristianto Zamzami

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.