Dianggap Lebih Maju, MUIS Singapura Belajar Ke Indonesia

JAKARTA – Majelis Ugama Islam SIngapura (MUIS) melakukan kunjungan ke Kementerian Agama Republik Indonesia, Jum’at (06/03/2015). Kunjungan dilakukan dalam rangka mempelajari ihwal kerukunan antara umat beragama dari Indonesia. Dalam kunjungan yang diterima langsung oleh Meteri Agama, Lukman Hakim Saefuddin, MUIS berhadap mendapat banyak masukan dari Indonesia selain juga untuk mempererat hubungan bilateral antar kedua Negara.

“Kami hendak melihat lebih dalam tentang kajian-kajian dan hal ikhwal mengenai hubungan antarumat beragama di Indonesia yang menurut kami sangat baik dan maju. Hal ini sangat penting, karena Singapura merupakan negara yang juga plural. Ke depan, Kami berharap bisa meniru langkah-langkah dan pengalaman Indonesia dalam menage hubungan silang agama (antaragama). Kata Wakil Presiden Mejelis Tertinggi MUIS, Mohd Alami Musa.

“Untuk itu, kami telah mengunjungi UGM dan UIN Sunan Kalijaga di Yogyakarta, Universitas Kristen Satyawacana di Salatiga, UI dan Wahid Institute di Jakarta untuk melihat secara seksama program-program dan pengkajian tingkat tinggi agama-agama” Lanjutnya.

Lebih lanjut kepada wartawan Musa mengatakan jika tidak ada aral dan rintangan, ia diberi amanat untuk membuka program jurusan baru terkait hubungan antar agama, di Nanyang Technological University (NTU) Singapura dan juga The S. Rajaratman School Of Internasional Studies (RSIS). Menurut Musa, setidaknya ada lebih dari 800 ribu penduduk muslim di Singapura, 500 diantaranya merupakan penduduk asli Singapura.

Terkaiat hal itu, Lukman Hakim Saefuddin menilai keinganan MUIS merupakan hal yang positif. Ia juga menyatakan siap mensupport dan mambantu apa yang menjadi program MUIS ke depan. Hal itu dikatakan lukman demi mempererat hubungan Indonesia-Singapura. “Kami, atas nama pemerintah Indonesia, siap mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan MUIS. Hal ini juga akan mempererat hubungan Indonesia-Singapura,” terang Menag.

Tak lupa, Menag juga mencertakan RUU PUB dan program 5.000 doktor kepada MUIS untuk membukan kemungkinan bekerjasama. (Ian)

Redaktur: Rizal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.