Perlawanan PSSI: AFC dan FIFA Sudah Mengakui, Persebaya dan Arema dapat Sinyal Positif dari Menpora

YOGYAKARTA – Bak gayung bersambut, setelah federasi sepakbola asia (AFC) mengakui kepengurusan PSSI dibawah pimpinan La Nyalla Mattaliti, selang beberapa jam FIFA juga melakukan hal yang sama dengan merilis nama La Nyalla Mattaliti di laman resmi FIFA sebagai Ketua Umum PSSI. Hal ini tentu merupakan sinyalemen perlawanan tidak hanya PSSI melainkan juga induk organisasi FIFA terhadap adanya intervensi dari luar otoritas sepakbola yang diakui FIFA.

Tak dapat dipungkiri, bagaimana pun AFC dan FIFA adalah regulator dari sistem sepakbola di seluruh dunia. PSSI selaku otoritas sepakbola Indonesia yang menginduk langsung ke AFC dan juga FIFA mau tidak mau harus juga tunduk terhadap regulasi yang diatur FIFA, dalam hal ini statuta FIFA. “Sekalipun banyak kalangan mengatakan PSSI adalah milik Indonesia, dan Indonesia punya kedaulatan tersendiri, toh pada kenyataannya sepakbola dunia diatur dalam statuta FIFA. Kecuali sepakbola Indonesia tidak mau kontes di kancah internasional dan mengadakan liga pure domestik, tapi apa menariknya jika tak bisa berlaga di Internarnasional,” pungkas Ketua Umum Jogja Soccer Nations, Hermawan F. Wahyudi kepada Jogjakartanews.com, Rabu (29/04/2015).

Sebelumnya Wakil Ketua Umum hasil KLB Surabaya, Hinca Panjaitan juga mendesak Menpora agar mencabut SK pembekuan terhadap PSSI. Sebab menurut Hinca Menpora tidak terlambat untuk mencabut SK. Pernyataan senada juga dikatakan anggota Exco PSSI, Djamal Aziz.

“Sudah semestinya masalah ini cepat selesai dan pembekuan dicabut. Dua tim Arema dan persebaya sudah diizinkan bermain setelah 18 klub bertemu dengan Menpora. Jadi sekarang, di mana salah PSSI?,” tanya Djamal.

Sebagaimana diketahui, dalam pertmuan dengan Menpora, Persebaya dan Arema mendapat sinyal positif kedua klub tersebut bisa berlaga di QNB League. Bahkan Menpora sudah menggaransi bahwa klub tersebut bisa mengikuti QNB League.

“Masalah sebenarnya kan ada di dua klub ini, sekarang Menpora sendiri sudah menggaransi. Jadi kenapa tidak dimulai dari membenahi dua klub ini. Mendorong dua klub ini bisa berbenah secapat mungkin. Bahwa ada masalah di PSSI jangan langsung tebang pohonnya, telusuri saja oknum-oknumnya, libatkan KPK dan PPATK. Begitu seharusnya,” pungkas Hermawan.

“Sekarang saya pikir Menpora terjebak pada kebijakannya sendiri yang saya sepakat jika dibilang offside. SK sudah terlanjur dikeluarkan, BOPI dan KOI tidak siap handle liga, AFC dan FIFA mengakui, klub-klub setia pada PSSI, sekarang apa yang bisa dilakukan Menpora kecuali menggunakan melarang Polri memberi ijin? kan tidak ada,” tegasnya.

“Jadi ayolah, ini saya sudah ketakan berulang-ulang, rembuk, duduk bersama, jika tujuannya baik pasti ketemu jalan keluarnya,” timpalnya. (Bah)

RedakturL: Rudi F

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *