Survei IDM: 90,5 Persen Masyarakat Tidak Puas Terhadap Kebijakan Ekonomi Jokowi

JAKARTA – Sejak dilantik pada tanggal 20 Oktober 2014 silam, kinerja Jokowi-JK khususnya terkait kebijakan ekonomi hingga saat ini dinilai tidak memaskan. Dalam hasil survei yang dirilis Indonesia Development Monitoring (IDM), masyarakat yang tidak puas terhadap kebijakan ekonomi Jokowi-JK bahkan mencapai 90.5 persen. Hanya 4,9 responden yang mengaku puas dan 4,6 persen yang mengaku sangat puas. Menariknya, yang mengaku puas dan sangat puas adalah responden yang pada tahun 2015 tidak ikut terlibat dalam pilpres alias golput.

Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM), gas, transportasi, harga-harga sembilan bahan pokok, serta penghasilan masyarakat yang kecil merupakan indikator utama ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan ekonomi Jokowi-JK.

“Begitu juga masyarakat yang mempunyai keluarga yang masuk angkatan kerja baru tidak tertampung oleh lapangan kerja karena tidak adanya lapangan kerja baru. Ini terbukti dengan ekonomi yang tumbuh hanya 4,71 persen dan jebloknya nilai kurs rupiah terhadap US dollar,” pungkas Direktur Eksekutif IDM, Iwan Sumule sebagaimana dalam keterangan pers kepada Jogjakartanews.com, Rabu (13/05/2015) malam.

Survei dilakukan melalui metode muli stage random sampling yang dilakukan sejak medio April 2015 dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin error 2,7 persen. Sebanyak 1250 orang responden dipilih berdasarkan tingkat pendidikan dan jumlah penghasilan perbulan. Rinciannya, responden berpendidikan D3-S3 sebanyak 46,6 persen, SMP-SMA sebanyak 28,8 persen dan SD- tidak lulus SD sebanyak 24,6 persen. Sementara berdasarkan tingkat penghasilan responden untuk yang berpenghasilan 1 juta – 5 juta sebanyak 56,7 persen, 6 juta – 10 juta sebanyak 35,0 persen dan 11 juta keatas sebanyak 7,4 persen. (pr)

Redaktur: Herman Wahyudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.