Satgas KJK Milan 2015 Singgahi Djibouti

DJIBOUTI – Kedatangan Satgas Kartika Jala Krida (KJK) Milan Expo bersama KRI Banjarmasin 592 di Djibouti, Afrika Barat, Minggu (31/05/2015) disambut oleh Atase Pertahanan Indonesia untuk Ethiophia Kolonel (CHB) Roedy Roemin. 

Keterangan resmi Penerangan AAL yang diterima jogjakartanews.com, Senin (01/06/2015) menginformasikan, KRI Banjarmasin 592 tersebut membawa taruna integrasi  yang terdiri dari 98 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL), STP, STIP, UHT, dan SMK. Dalam singgahnya selama di Djibouti, Satgas KJK 2015 mengadakan kegiatan  cocktail party di geladak KRI Banjarmasin 592.

Hadir dalam acara tersebut Imam Santoso Duta Besar Republik Indonesia Luar Biasa Berkuasa Penuh, Atase Pertahanan Riyadh Kolonel (CHB) Roedy Roemin, Mr Liban Housein Farah, Indonesian Honory Consul In Djibouti. Dalam acara tersebut para taruna menampilkan beberapa kesenian Indonesia antara lain, tari Kecak, tari Legong, dan Duta Samudera Band. Penampilan para Taruna sangat piawai dalam membawakan tarian-tarian tersebut sehingga membuat decak kagum para tamu undangan.

Duta Besar Indonesia untuk Ethiophia Imam Santosa dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut sangat tepat untuk memperkenalkan kesenian dan kebudayaan Indonesia, sehingga kesenian dan budaya kita lebih dikenal dan bisa menarik wisatawan asing ke Indonesia. Imam juga mengaku sangat bangga bisa hadir dalam acara tersebut karena bisa menyaksikan kesenian Indonesia yang dibawakan oleh para taruna.

“Promosi kesenian, budaya dan produk-produk Indonesia sangat penting dan perlu dilakukan di Afrika khususnya produk alutsista, karena banyak negara-negara di Afrika belum mengetahui bahwa Indonesia sudah bisa membuat panser, pesawat dan kapal laut yang begitu bagus dan megah,” ujarnya.

Disamping itu Imam  juga mengatakan tidak henti-hentinya mempromosikan produk alutsista dan non alutsiata dimana pun ditugaskan. Usai acara Dubes Indonesia untuk Ethiopia ini menyempatkan diri untuk melihat-lihat KRI Banjarmasin. Imam terlihat kagum dengan kapal perang KRI Banjarmasin 592.

“Kita harus bangga, karena bangsa Indonesia sudah bisa membuat kapal perang yang besar dan megah,” katanya. (pen/AAL)

Redaktur: Rudi F

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.