Ini Pesan Gubernur AAL Kepada Sarjana Pendidik SM-3T

????????????????????????????????????

SURABAYA – Sebanyak 249 Sarjana Pendidikan yang terdiri dari 97 pria dan 152 wanita dari berbagai perguruan tinggi siap mengajar di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (SM-3T) di seluruh wilayah Republik Indonesia. Kesiapan tersebut dinyatakan setelah sejumlah sarjana tersebut mengikuti pelatihan Prakondisi yang diselenggarakan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kerjasama Akademi Angkatan Laut (AAL) di kampus AAL Bumimoro, Surabaya, selama 14 hari. Dengan demikian, AAL berpartisipasi menyukseskan program pemerintah SM-3T karena sebelum diberangkatkan ke daerah sasaran untuk mengajar, sejumlah Sarjana Pendidikan tersebut mengikuti pelatihan Prakondisi dengan baik di AAL.
 
Disaampaikan dalam rilis AAL yang diterima Jogjakartanews.com, Kamis (20/08/2015), pelatihan Prakondisi telah dilaksanakan dan ditutup secara resmi oleh Rektor UNESA Prof DR. Warsono pada hari Senin (17/08/2015) malam di gedung Salahutu AAL Bumimoro, Surabaya. Acara penutupan Prakondisi SM-3T tersebut dihadiri Wagub AAL Laksamana Pertama TNI Deddy Muhibah Pribadi, Direktur Program Pengembangan Profesi Guru (P3G) Prof. DR. Luthfiyah Nurlaela, perwakilan Dana Sosial Al Falah (YDSF), Direktur Personel AAL Kolonel Laut (KH/W) Dra. Sri Nuryati, Kepala Departemen Ilmu Pengetahuan dan Teknologi AAL Letkol Laut (KH) DR. Bambang serta sejumlah instruktur dan pelatih.
 
Gubernur AAL Mayjen TNI (Mar) Guntur IC Lelono, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wagub AAL mengharapkan kepada para Sarjana Mendidik 3T mampu menjadi guru profesional yang tangguh, mandiri, memiliki sikap peduli, memiliki jiwa mencerdaskan bangsa serta memahami pentingnya kedisiplinan, “memahami karakter wawasan kebangsaan serta kondisi kemaritiman Indonesia dalam rangka menunjang program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia,” demikian pesan Gubernur dalam rilis AAL
 
Program SM-3T merupakan salah satu Program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia (MBMI) yang dicanangkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dalam rangka percepatan pembangunan pendidikan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal. Program SM-3T ditujukan kepada para Sarjana Pendidikan yang belum bertugas sebagai guru, baik sebagai pegawai negeri sipil (PNS) maupun guru tetap yayasan untuk ditugaskan selama satu tahun di daerah 3-T untuk membantu mengatasi kekurangan guru, sekaligus mempersiapkan calon guru profesional yang tangguh, mandiri, dan memiliki sikap peduli terhadap sesama serta memiliki jiwa pendidik untuk mencerdaskan anak bangsa.

Prakondisi yang diselenggarakan UNESA bekerja sama dengan AAL ini meliputi kegiatan akademik dan non akademik. Prakondisi akademik meliputi pembekalan pengembangan perangkat pembelajaran, pelatihan melaksanakan tugas kependidikan pada kondisi khusus/tertentu (jumlah guru sangat kurang, kemampuan siswa rendah, dan sarana-prasarana terbatas), kepemimpinan dan manajemen pendidikan di sekolah, pelatihan pengembangan dan pemanfaatan media pembelajaran. Sedangkan Prakondisi non akademiki meliputi pelatihan keterampilan sosial kemasyarakatan; kepramukaan, UKS, dan P3K. Selain materi tersebut, pola pengasuhan dan pembinaan oleh Pengasuh AAL menitikberatkan pada materi kedisiplinan, pembinaan mental, motivasi, dan ketahanmalangan (Survival), wawasan kebangsaan dan bela negara.
 
Daerah sasaran program SM-3T berdasarkan kriteria dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal meliputi Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Maluku Barat, Kabupaten Maberamo Raya dan Kabupaten Maberamo Tengah, dan Kabupaten Raja Ampat. Selain mempersiapkan peserta SM-3T, kegiatan ini juga melibatkan peserta Jatim Mengajar yang akan ditugaskan ke beberapa daerah di Jawa Timur meliputi Bojonegoro, Madium, Ponorogo, Bawean, Bangkalan, dan Sampang.
 
Pada tahun 2015, Direktorat Jenderal Pendidian Tinggi menetapkan 17 LPTK sebagai penyelenggara Program SM-3T, di antaranya UNESA dengan kuota riil sesuai hasil seleksi sebanyak 17 perguruan tinggi, yaitu Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Manado, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Negeri Syiah Kuala, Universitas Riau, FKIP Universitas Nusa Cendana, FKIP Universitas Mulawarman, dan FKIP Universitas Tanjungpura. (pr)

Redaktur: Aristianto Z.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.