Menyongsong Persaingan Global BUMN Perlu Direstrukturisasi

JAKARTA – Dalam mengahadapi tantangan global pada tahun 2016, BUMN Indonesia perlu merestrukturisasi (menata diri). Persaingan yang ketat kedepannya, akan diberikan oleh BUMN negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Dukugan pemerintah menjadi hal mutlak untuk menghindarkan kebangkrutan BUMN Indonesia.

“Audit BPK tahun 2014 menunjukan bahwa BUMN RI belum produktif dalam mengelola aset yang dimiliki. Dari 121 BUMN laba yang dikumpulkan sebesar Rp 219 Triliun. Nilai jual seluruh BUMN tersebut sebesar  Rp 1.997 triliun,” ungkap Prof. Anwar Nasution Dalam Seminar Reshaping, Sharpening & BUMN Outlook 2016, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2015).

Guru Besar Fakultas ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) ini mengatakan, selama ini bantuan pemerintah lebih bada bantuan Pertambahan Modal Negara (PNM).

“Selama ini BUMN hanya bisa minta uang, bukan menyumbang pada kas Negara,” ujarnya.

“Perlu ada restrukturisasi BUMN untuk menciptakan efisiensi. Hal tersebut akan membuat BUMN mampu bersaing di kancah Internasional pada tahun-tahun kedepan,” pungkasnya. (fan/kt3)

Redaktur: Rudi F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.