Juara Tingkat DIY, PKK Tirtomartani Masuk Nominasi Peraih Pakarti

SLEMAN – Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Tirto Martani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman masuk nominasi tingkat nasional dalam lomba lomba Kesatuan Penggerak PKK Keluarga Berencana(KB) Kesetahan Tigkat Nasional.

Hal tersebut disampaikan Ketua TIM monitoring dan penilai lomba Kesatuan Penggerak PKK KB Kesehatan Tingkat Nasional, Sutriningsih, S.Sos, MM saat meninjau langsung kegiatan Tim Penggerak PKK Desa Tirtomartani di Dukuh Dhuri, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman DIY, Selasa (05/04/2016), siang.

“Sebagai nominator, sebenarnya sudah terpilih sebagai salah satu pemenang, karena  dalam lomba ini memperebutkan Pakarti Utama dan Pakarti Madya. Pakarti utama akan terdiri dari pemenang  1,2,dan 3, demikian juga pakarti madya juga terdiri dari pemenang 1,2, dan 3,” kata Sutriningsih yang mewakili BKBBN.

Dikatakan Sutriningsih, dalam lomba Kesatuan Penggerak PKK KB Kesehatan Tingkat Nasional, selain Kabupaten Sleman yang mewakili DIY, ada lima kabupaten lainnya yaitu Kabupaten  Pulang Pisau Provinsi  Kalimantan Tengah,  Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Agam Provinsi  Sumatera Barat, Kabupaten Pring Sewu Provinsi Lampung, dan Kabupaten Bangli Provinsi Bali.

 “Saya sangat mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam meningkatkan pembangunan di bidang kependudukan dan KB,” tukasnya.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Sleman, Hj. Sri Muslimatun, M.Kes, Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, M.Si menuturkan, peran PKK dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas, sehat, dan sejahtera, sangat besar.

Kualitas Keluarga di Sleman dapat dilihat dari meningkatnya usia harapan hidup pada Tahun 2015 menjadi 76,13 tahun di atas rata-rata  provinsi  73,62 tahun.  Angka kematian bayi per 10.000 kelahiran hidup tahun 2015 sebesar 3,61, turun disbanding tahun 2014 yang mencapai 4,65. Pada tahun 2015 angka kematian ibu melahirkan sebesar 28,30 orang per 10.000 kelahiran hidup, turun disbanding tahun 2014 yang mencapai 83,29. Kondisi persentase gizi buruk balita 0,4% turun dibanding tahun 2014 yang mencapai 0,44 persen dan persalinan yang ditangani tenaga kesehatan pada tahun 2015 sebesar 99,98 persen lebih baik dari angka nasional yaitu 95 persen.

 “Kalau kita cermati, Sleman ini luar biasa. Angka kematian Ibu (melahirkan) Nasional itu  359 per 10.000 kelahiran hidup. Oleh karena itu kami tetap bersemangat, karena kami yakin dan percaya, Sleman nanti akan menjadi daya ungkit bagi percepatan penurunan angka kematian ibu maupun bayi, sebagai indikator derajat kesehatan kita,” kata Sri Muslimatun.

Sri Muslimatun juga mengapresiasi Tim Penggerak PKK Desa Tirtomartani yang sudah bekerja keras sehingga menjadi wakil DIY ke tingkat nasional.

“Atas  nama pemerintah kabupaten sleman menyampaikan apresiasi luar basa atas kerja kerasnya, kerja cerdasnya, kerja ikhlasnya,  karena PKK ini tidak mendapatkan gaji semata-mata memang berasal dari hati nurani ingin membangun  generasi penerus kita, yang insya Allah akan mendapatkan bonus demografi nanti sekitar 20 – 25 tahun lagi.  Kalau tidak mulai dari sekarang,  maka kita akan ketinggalan,” imbuhnya.

Sementara dalam laporannya Ketua Tim Penggerak PKK Desa Tirtomartani, Ratnawati Marfu’ah menyampaikan capaian Program KB di Desa Tirtomartani dari  Januari hingga Desember  2015 meliputi peserta KB baru dari Pasangan Usia Subur (PUS) setiap bulan mengalami peningkatan dari 9 orang menjadi 221 orang. Peserta KB Aktif meningkat dari 1954  menjadi 1958 orang di tahun 2015.

“Jumlah Balita aktif yang tergabung dalam BKB meningkat dari 113 keluarga menjadi 115 keluarga. Jumlah keluarga dengan remaja aktif BKR meningkat dari 53 keluarga menjadi 58 Keluarga. Lansia aktif 71 keluarga menjadi 75 keluarga. Jumlah PUS UPPKS 51 pasang. Peserta KB pria sejak 2010 -2015 sebanyak 24 orang  yang tergabung dalam kelompok Tirta Perkasa,” Kata Ratnawati.

Kegiatan monitoring tim penilai lomba Kesatuan Penggerak PKK KB Kesehatan Tingkat Nasional tersebut juga dihadiri Ketua Tim PKK Kabupaten Sleman, Hj. Kustini Sri Purnomo didampingi para Kepala SKPD terkait, pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY, BKKBN DIY, Jajaran Kecamatan Kalasan, dan Pemerintah Desa Tirtomartani.  (fin)

Redaktur: Rudi F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.