Pembina Perpatri Beri Pelatihan Akupunturis dan Ahli Traditional Chinese Medicine

BEKASI – Para pegiat pengobat tradisional di wilayah Jakarta dan Jawa Barat (Jabar) mengikuti  Workshop tingkat lanjut ‘Penanggulangan Kasus Patah Tulang dan Keseleo dengan Cara Tradisional’  Minggu (26/11/ 2017).

Pelatihan sehari yang diikuti sedikitnya diikuti 70 akupunturis dan ahli Traditional Chinese Medicine (TCM) serta terapis dengan keahlian khusus tersebut, digelar di Universitas Islam As-Syafi’iyyah, jalan Jatiwaringin Raya Nomor 12, Pondok Gede, Bekasi, Jabar.

Ketua panitia kegiatan Yoesoef Anang, mengatakan, tujuan diadakannya workshop bertujuan mengenalkan metode penanganan patah tulang dan keseleo yang rasional kepada para akupunturis sekaligus mengenalkan organisasi Perkumpulan Terapis Patah Tulang Urat dan Sendi (Perpatri).

“Pelatihan ini menghadirkan langsung Master Lesgiono ahli pengobatan tradisional patah tulang, urat, dan sendi  yang juga pediri sekaligus Pembina Perpatri. Organisasi Perpatri sendiri menaungi para terapis dengan spesialisasi penanganan patah tulang, urat, dan sendi lingkup nasional yang resmi berbadan hukum,”  katanya di sela-sela kegiatan, kemarin.

Yoesoef berharap setelah mengikuti workshop yang kategorinya bukan standar atau tingkat lanjut, peserta mendapat pengetahuan dan ilmu baru dalam menangani pasien.

“Diharapkan dengan mengikuti pelatihan dari master Lesgiono ini, peserta nantinya akan lebih professional dan berkompeten, dan yang terpenting dalam menjalankan praktiknya harus sejalan dengan peraturan pemerintah,” imbuhnya.

Sementara Lesgiono dalam pemaparannya mengatakan, penangan patah tulang dan keseleo secara tradisional juga harus bisa dijelaskan secara rasional dengan metode yang tepat. Menurutnya, teknik dalam menangani penderita patah tulang atau keseleo di Perpatri sudah ada standarisasi, pentunjuk-petunjuk teknis dan pelaksanaan yang rasional.

“Penanganan terhadap penderita atau pasien dengan cara tradisional perinsipnya adalah menyembuhkan pasien. Jadi, secara esensi sama dengan tujuan pengobatan medis, bedanya dalam metodologi saja,” tutur penemu Star Bio Oil, minyak khusus terapi patah tulang, urat, dan sendi ini.

Owner CV. Star Bio Oil Yogyakarta ini menambahkan, sebagai organisasi profesi, perpatri juga memiliki kode etik, sehingga para anggotanya senantiasa dibina agar memiliki kompetensi, integritas, serta professionalisme.  

“Meskipun pengobat tradisional namun secara hukum juga diatur dengan Undang-Undang Kesehatan dan peraturan-peraturan pemerintah terkait. Inilah pentingnya organisasi Perpatri sebagai mitra pemerintah untuk membina para terapis yang professional, berkompeten, berintegritas, dan taat hukum,” tutup Lesgiono yang dalam kesempatan tersebut didampingi Ketua Umum Pengurus Pusat Perpatri Tomy M. Arief Aditama beserta jajarannya.

Para peserta nampak antusias mengikuti pelatihan yang dipandu Lesgiono. Melihat hal tersebut, panitia bahkan berencana  akan melanjutkan pelatihan tingkat mahir di bawah binaan Perpatri.

“Pelatihan Perpatri menurut saya sangat penting, karena keilmuan para mentornya tak diragukan lagi dan sangat komprehensif (lengkap). Bukan hanya ilmu pengobatan tradisional saja yang didapatkan, tapi juga hal-hal penting seperti keprofesian dan aturan-aturan yang selama ini kurang diketahui untuk menjadi pengobat tradisional yang berkompeten dan profesional,” tutup Yoesoef Anang. (kt3)

Redaktur: Rudi F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by rasalogi.com