Peringati Hari Juang Kartika Korem Gandeng IKAL DIY Bedah Buku Jenderal Soedirman dan Pameran Patung Pahlawan

YOGYAKARTA – Memperingati Hari Juang Kartika Tahun 2017, Korem 072/Pamungkas bekerjasama dengan Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Komisariat Daerah Istimewa Yogyakarta (IKAL DIY) akan menggelar bedah buku Soedirman The Great Genuine General dan pameran patung pahlawan karya Yusman.  

Bedah buku akan digelar di Museum Sasmitaloka Panglima Besar (Pangsar) Jenderal Soedirman di Jalan Bintaran Wetan No 3 Yogyakarta, Rabu (20/12/2017) Pukul 15.00 sampai dengan selesai. Sedangkan Pameran tunggal Restropeksi Yusman; Menandai Indonesia akan digelar di Jogja Gallery, Alun-Alun Utara Yogyakarta, 20 Desember 2017 hingga 10 Januari 2018 mendatang.

Kasi Pers Korem 072/PMK, Kolonel Subandi mengatakan kegiatan bedah buku Karya (alm) Bugiakso dan Nining Tejaningsih (Cucu Pangsar Jenderal Soedirman) serta pameran seni patung karya maestro Yusman bertujuan untuk menghadirkan kembali api semangat Palagan Ambarawa,

“Acara ini dipersembahkan dalam rangka memperingati hari juang Kartika  2017, sebuah peristiwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang baru berusia tiga bulan melawan pasukan sekutu yang ditunggangi pihak belanda pada 21 November hingga 15 Desember 1945. Pertempuran Ambarawa itu dipimpin Komandan Divisi V Banyumas, Kolonel Soedirman yang kelak menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia,” tuturnya saat rapat persiapan kegiatan di Makorem 072/ PMK, Selasa (12/12/2017).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua IKAL Komisariat DIY, Sugiyanto Harjo Semangun, M.Sc mengungkapkan, IKAL DIY mendukung kegiatan yang akan dihelat Korem 072/PMK tersebut karena bisa menjadi tontonan sekaligus tuntunan untuk generasi bangsa Indonesia,

“Saat ini tatanan barangkali ada, namun tontonan dan tuntunan yang bisa membangkitkan nasionalisme serta semangat juang untuk kejayaan Indonesia, nampaknya sudah mulai langka. Dengan digelarnya launching buku Jenderal Soedirman dan pameran patung karya Yusman ini diharapkan menjadi tontonan sekaligus tuntunan bagi masyarakat, terutama generasi muda,” imbuh Sugiyanto.  

Menurutnya, bedah buku akan menghadirkan key note speaker, Ketua IKAL Pusat, Jenderal (Purn) Agum Gumelar. Kemudian sebagai narasumber, kata dia, akan dihadirkan Ir. Muhammad Teguh Bambang Cahyadi Soedirman (Anak Pangsar Jenderal Soedirman),  Dr. Muhammad A.S Hikam, APU (pengamat politik dari President University) dan Prof. Dr. Anhar Gonggong (Sejarawan) dan dimoderatori oleh Dr. Hempri Suyatna, S.Sos, M.Si (akademisi UGM).

Dikatakan Sugiyanto, dalam acara tersebut akan mengundang 150 peserta dari berbagai elemen masyarakat dan Perguruan Tinggi di Yogyakarta yang rencananya akan dibuka oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Selain itu menurut Sugiyanto, akan hadir Wakil Gubernur Sumatera Barat untuk memberi sambutan dalam pembukaan pameran seni patung karya Yusman.

“Dalam pembukaan sekaligus akan dilakukan pembukaan selubung maket ‘Taman Patung Pahlawan Nusantara’ yang rencananya akan dibangun di wilayah Kecamatan Saptosari, Gunungkidul oleh Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos,” tukas Sugiyanto.

Ditambahkan Sugiyanto, event bedah buku Jenderal Soedirman dan pameran patung karya Yusman selain didukung Jogja Gallery juga akan melibatkan Jenderal Soedirman Center, seniman Sakato, komunitas Djogjakarta 1945, dan Bhumi Atala Dwipa.

“Nanti akan digelar konvoi pasukan berkuda dan andong dari Museum Sasmitaloka menuju Jogja Gallery,” tambah alumni FE Universitas Indonesia ini.  

Sementara Direktur Jogja Gallery, KRMT. Indro Kimpling Suseno menuturkan, pameran seni patung akan menampilkan karya-karya terbaik Yusman yang sudah banyak menciptakan penanda bersejarah di seantero Nusantara dan beberapa kali meraih rekor MURI. Menurutnya ada sedikitnya 70 item patung yang akan dipamerkan dengan 40 judul.

“Untuk Patung jenderal Soedirman sendiri ada 14 item dengan tinggi patung rata-rata 12 meter,” imbuh budayawan yang akrab disapa Romo Kimpling ini.

Dia menambahkan, karya monumental Yusman berupa duplikat patung Pangsar Jenderal Soedirman ditandu 14 pasukan tentara dan rakyat setinggi 4 meter dan yang diditandu oleh pasukan setinggi 12 meter akan dipajang di sudut Utara dan Timur Alun-Alun Utara Jogja,

“Judulnya Soedirman Naik Gunung. Itu sebagai simbol dimulainya perjalanan Jendral Soedirman bergerilya melawan penjajah, sekaligus menyegarkan ingatan kita semua bangsa Indonesia diera melenial ini, betapa dahulu para pahlawan benar-benar berjuang tanpa pamrih, ikhlas berkorban jiwa dan raga demi tegaknya NKRI,” kata Indro Kimpling Suseno .(rd)

Redaktur: Ja’faruddin. AS

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.