Empat Tokoh Kebangsaan Akan Bedah Buku Soedirman: The Great Genuine General

YOGYAKARTA – Buku ‘Soedirman: The Great Genuine General‘ karya (alm) Bugiakso dan Nining Tejaningsih (Cucu Panglima Besar Jenderal Soedirman) bakal dibedah, Rabu (20/12/2017) di Museum Sasmitaloka, Panglima Besar Jenderal Soedirman, Jl. Bintaran Wetan No 3 Yogyakarta, Rabu (20/12/2017) mulai Pukul 15.00 WIB.

Tidak tanggung-tanggung, buku yang diterbitkan Jenderal Soedirman Center (JSC) tersebut bakal dibedah empat tokoh kebangsaan sekaligus. Keempatnya adalah, Ir. Muhammad Teguh Bambang Cahyadi Soedirman (Anak Pangsar Jenderal Soedirman), Dr. Muhammad A.S Hikam, APU (pengamat politik dari President University), Prof. Dr. Anhar Gonggong (Sejarawan), May Jend (Purn) I Gede Nyoman Arsana (Pemerhati Sejarah).

“Akan hadir juga sebagai key note speaker, Jenderal (Purn) Agum Gumelar selaku Ketua KAL (Ikatan Alumni Lemhannas RI). Tentu saja bedah dan launching buku ini akan sangat menarik,” kata salah satu tim penyusun buku Soedirman: The Great Genuine General, Agus Subagyo, Rabu (20/12/2017) pagi.

Dikatakan Agus, bertindak sebagai moderator dalam bedah buku adalah Dr. Hempri Suyatna, S.Sos, M.Si (akademisi UGM). Bedah buku, kata dia, akan mengundang sedikitnya 150 peserta dari berbagai kalangan, dari TNI, Organisasi Masyarakat dan Mahasiswa, akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi, serta tokoh masyarakat di DIY.

Menurutnya, kegiatan bedah buku diselenggarakan Korem 072/Pamungkas dan IKAL Komisariat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk memperingati Hari Juang Kartika, sebuah peristiwa bersejarah yang dikenal dengan Palagan Ambarawa ,

“Peringatan Pertempuran Ambarawa dipimpin Pangsar Jenderal Soedirman yang didukung oleh rakyat. Perang itu terjadi 21 November hingga 15 Desember 1945, saat Indonesia baru Merdeka tiga bulan. Yang dilawan bukan hanya Belanda, tapi juga sekutu, termasuk Inggris. Jadi peristiwa sejarah ini sesungguhnya bukan hanya identik dengan peringatan militer, melainkan juga rakyat sipil,” ujar Agus didampingi Rudi Winarsa, yang juga bagian tim penulis buku.

Dijelaskan Agus, tujuan dari diterbitkannya buku Soedirman: The Great Genuine General adalah untuk menggali memori kolektif nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme serta mendorong bergerak majunya anak bangsa atas keberanian sosial yang dilakukan Pangsar Jenderal Soedirman,

“Selain itu untuk memaparkan ajaran Lima  Diri Pangsar Soedirman yang belum begitu dikenal publik karena memang tidak diulas dalam buku-buku yang menuliskan sejarah Pangsar yang pernah ada selama ini. Buku ini sekaligus mengenang keteladanan Pangsa Jenderal Soedirman bahwa hidup itu harus berjuang karena kehidupan itu penuh tantangan dan perjuangan,” kata Agus menguraikan.

“Tak kalah penting, buku ini sebagai ajakan untuk meneruskan cita-cita Pangsar Jenderal Soedirman dari sisi dimensi  kesipilan,” tandas Agus Subagyo.

Agus menginformasikan, kegiatan bedah dan launching buku Soedirman: The Great Genuine General merupakan serangkaian dengan pameran tunggal seni patung karya Yusman di Jogja Gallery, Alun-Alun Utara Yogyakarta yang dibuka hari ini, Rabu (20/12/2017) dan akan berlangsung hingga 10 Januari 2018 mendatang.

Usai acara Bedah buku, akan digelar konvoi pasukan berkuda dan andong dari Museum Sasmitaloka menuju Jogja Gallery untuk pembukaan pameran yang bertajuk, ‘Restropektif 32 Tahun Yusman; Menandai Indonesia’.

Konvoi akan melibatkan sekitar 50 komunitas Djogjakarta 45, dengan berbusana ala perjuangan merebut kemerdekaan. (rd)

Redaktur: Rudi F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.