Angka Lakalantas Didominasi Kalangan Muda, Polda DIY Kampanye Keselamatan Berkendara di UIN Sunan Kalijaga

YOGYAKARTA – Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Kapolda- DIY) Brigjen Pol. Drs. Ahmad Dofiri, M.Si mengungkapkan Korban kecelakaan lalulintas (Lakalantas) didominasi oleh usia muda. Berdasarkan data tersebut, kesadaran pentingnya keselamatan berlalu lintas harus dibangun dari bangku sekolah sampai perguruan tinggi.

“Hal ini penting bagi mereka selaku generasi muda penerus bangsa, karena untuk menciptakan tertib berkendaraan bagi pengguna dimulai edukasi edukasi mematuhi peraturan dan rambu-rambu lalu lintas. Untuk itu kita tanamkan adab, akhlak dan etika kepada mereka ketika berkendaraan” kata Dofiri saat membuka acara seminar “Berkendara dengan Mematuhi Batas Kecepatan adalah Wujud Nyata dalam Melindungi Aset Bangsa”, di Gedung Prof. RHA. Soenarjo, SH, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kamis (25/10/2018).  

Dikatakan Dofiri, Polda DIY mengajak sivitas akademik khususnya mahasiswa se- DIY untuk menjadi agen pelopor keselamatan berkendara. Menurutnya, kolaborasi dan kerjasama dari semua kalangan untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas agar efektif, sangat diperlukan.

“Berkat dukungan pihak dengan sarana prasaran jalan dan rambu lalu lintas terpenuhi, Yogyakarta mendapat rangking terendah kedua fatalitas laka lantas di Indonesia. Harapannya mahasiswa pendatang bisa belajar budaya masyarakat Yogyakarta dalam mematuhi dan tata tertib lalu lintas” tutur Dofiri dalam rangkaian giat Polda Goes to Campus tersebut.

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Dr. H. Waryono, M.Ag mengatakan di Indonesia kecelakaan lalu lintas menempati posisi kedua dalam kontribusi yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Ia menengarai pengendara kadang terlena dengan kendaraan bagus dan jalan yang mulus, sehingga mengabaikan kecepatan dan langsung tancap gas,

“Kami berharap mahasiswa bisa menyerap menghayati dan meresapi materi seminar ini, dan menyampaikan kepada mahasiswa lainnya yang belum bisa hadir. Mereka bisa berkendara dengan mempertimbangkan kecepatan, tidak melebihi beban dan mematuhi aturan lalu lintas, agar tingkat laka lantas bisa diturunkan” kata Waryono.

Selaku pemateri, Kasubdit Dikmas Ditkamsel Korlantas Polri, Kombes Pol Darto Juhartono memaparkan untuk penegakkan hukum pihaknya sudah memberi tilang sebanyak 5 juta hingga 6 juta pengendara dalam setahun. Numun hal ini tidak bisa mengurangi jumlah kecelakaan,

“Edukasi seperti ini mengajak mahasiswa bisa berperan menjadi agen perubahan dalam hal tertib berlalulintas”, imbunya.

Darto mengungkapkan, ada tujuh pelanggaran yang mengakibatkan fatalitas kecelakaan yakni tidak memakai helm, melebihi batas kecepatan, melawan arus,  menggunakan gadget, tidak memakai sabuk pengaman,  konsumsi minuman keras, pengendara di bawah umur,

“Sebagian besar korban meninggal karena penanganan yang terlambat, karena rumah sakit jauh dan masyarakat kurang paham menangani korban kecelakaan” ungkap Darto.

Selain Darto, dalam seminar dihadirkan pemateri Dosen Psikologi UGM Shinta, SPd., MSi., MA. Dan Peneliti Pustral UGM Lilik Wachid Budi Susilo, ST. MT.

Shinta mengungkapkan, Jalan Raya adalah tempat dimana sifat asli manusia dapat terlihat, sehingga perlu attitude berkendara.

Sementara Lilik Wachid Budi Susilo, ST. MT mengatakan, paparan resiko kecelakaan masih sangat tinggi, belum stabil, sehingga pendekatan tradisional masih diperlukan untuk menangani keselamatan jalan.(kt1)

 

Redaktur: Faisal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.