Santri Harapan Bangsa

Oleh: Mamluatur Rohmah*

Santri merupakan salah satu elemen orang yang mencari ilmu dikalangan pesantren. Dipesantren, santri dibina oleh kiyai. pesantrenpun berbeda dengan asrama, pesantren lebih intensif pengelolaannya dalam belajar ilmu agama. Berbagai jenis pesantren di Indonesia diantaranya,pesantren salaf, tahfidz, modern, ataupun kombinasi.

Pulau jawa merupakan salah satu pulau yang banyak didirikannya pondok pesantren dan salah satu kota yang sampai saat ini dijuluki “kota santri” yaitu Jombang, Tebuireng, Jawa timur. Pesantren ini didirikn oleh KH. Hasyim Asy’ari pada tahun 1899. Sistem pendidikan pesantren ini menerapakn sistem madras (klasial) dengan mendirikan Madrasah  Salafiyah Syafi’iyah, yang proses pembelajarannya menggunakan kitab-kitab asli tanpa terjemahan pegon. Dengan kekhasan cara pembelajarannya, menjadikan pondok pesantren ini terkenal, sehingga banyak pesantren dizaman sekarang yang mengikuti sistem pembelajaran seperti pondok Tebuireng.

Semua pondok tidak lepas dari kitab kuning atau kitab gundul (kitab tanpa syakal), sehingga banyak santri yang lebih menguasai bahasa arabnya, karena sudah terbiasa dengan kesehariannya menggunakan bahasa arab. Banyak kitab kuning yang dipelajari dalam pondok pesantren yaitu; fathul qarib yang membahas tentang fikih, ta’limul muta’allim yang membahas akhlaq, dan lain-lain.

 Pesantren dulu berbeda dengan sekarang, dahulu santri belajar ilmu agama. Disamping itu, juga berusaha dengan sekuat tenaga untuk mencapai tujuan yang dicapai, banyak orang jawa menyebutnya tirakat. Berbagai  tirakat yang dilakukan santri dahulu seperti puasa, tahajud, dan lain-lain. Bahkan santri dahulu rela membersihkan toilet kiyai tanpa ada rasa jijik, santri hanya ingin mencari keberkahan  dari sang kiyai. sebagian besar berbeda dengan zaman sekarang, sekarang kebanyaan orang menyebutkannya dengan santri milenial, yakni santri yang tahu segalanya dengan zaman modern ini. Tentunya sangat terpengaruh dengan pesantren sekarang yang membolehkan membawa hp, tetapi hanya saat-saat tertentu santri mengoperasikan hp tersebut. Itulah sudah fakta riilnya perbedaan zaman sekarang dan zaman dahulu dikalangan pesantren. Hari libur santri sibuk mensyairkan nadham-nadham atau bacaan al-qur’annya sekarang libur sekolah atau kuliyah santri sibuk memegang gadget.

Dizaman dahulu, tidak hanya ilmu saja yang menyalamatkan masa depan mereka para santri, tapi tunduk dan patuh pada kiyai juga berupaya besar menjawab masa depan seorang santri. Keikhlasan kiyai dalam mengajar adalah segalanya, karena seseorang yang mengajari ilmu walau satu huruf saja adalah seorang guru, dan guru adalah perantara menjadi manusia mendapatkan ilmu. Jika perantara saja tidak meridhoi, apakabar dengan ilmu yang diberikan kepada  santri? Maka, akhlaq yang utama.  Nabi Muhammad bersabda “sesungguhnya, aku hanya diutus menyempurnakan akhaq yang mulia”

Harapan pemimpin

Bekal kitab alqur’an, hadist, dan kitab kuning. Sudah menjadikan santri hidup dikalangan masayarakat, memimpin masyarakat bahkan negara.

 seorang santri tentu berpegang teguh dengan alqur’an dan hadist. Dengan demikian, jika yang memimpin negara ini seorang santri yang sudah pasti kesehariannya menganut alqur’an dan al-hadist in syaa Allah negara ini adalah negara yang aman sesuai apa yang ada di alqur’an. Wallahu a’lam.(*)

*Penulis adalah Aktivis HMI Komisariat Syariah dan Mahasiswi Jurusan Hukum Ekonomi Syariah UIN Walisongo Semarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.