KOHATI Cabang Yogyakarta Dorong Upaya Menekan Angka Kasus Pada Anak

YOGYAKARTA – Berdasarkan data DP3AP2 bahwa kasus anak dari tahun 2017 hingga 2018 mengalami peningkatan dari 414 hingga 478 kasus. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban(LPSK) mencatat kasus yang masuk hingga bulan Juni 2019 mencapai rata-rata puluhan kasus. Kasus ini meliputi kekerasan fisik, psikis dan seksual.

Menyikapi hal itu, Korps Himpunan Mahasiswa Islam – Wati (KOHATI) HMI Cabang Yogyakarta periode 2019-2020 dengan berpacu pada Pedoman Dasar KOHATI merumuskan kegiatan untuk menekan kasus pada anak tersebut.

Ketua Umum KOHATI HMI Cabang Yogyakarta, Sarah mengungkapkan, organisasinya sudah melakukan upaya serta kegiatan untuk memberikan kontribusi dalam menekan angka kekerasan pada anak. Diantaranya adalah menggelar Seminar Parenting dengan tema Parenting Education for the Best Millenial Generation di di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD DIY Kamis (17/11/2019) yang lalu. Seminar Parenting tersebut dilaksanakan dengan beberapa ketentuan kurikulum yang disusun yang dituangkan dalam tema tersebut,

“Anak menjadi ujung tombak kemajuan peradaban, dengan menyadari pentingnya memahami parenting mulai dari usia muda diharapkan Mahasiswa maupun Pemuda memiliki kesadaran hingga berpengaruh untuk memukul mundur angka kekerasan terhadap anak,” Ujarnya dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Senin (19/11/2019).

Sarah menjelaskan, seminar dibuka oleh Mulkhan Andre Syahreza yang mewakili Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta.  Menurutnya, HMI Cabang Yogyakarta mengapresiasi dan mendukung upaya KOHATI Cabang Yogyakarta tersebut.

Diskusi Panel pada seminar parenting dihadiri pembicara anggota DPRD DIY Dr. Hj. Yuni Satya Rahayu, S.S., M.Hum yang memaparkan mengenai Parenting yang tidak hanya dibebankan pada ibu melainkan juga ayah. Menurut Yuni, apabila seorang anak tidak memiliki ayah maka peran ayah dapat digantikan oleh keluarga terdekatnya seperti Kakek, Paman atau kakak laki-lakinya. Parenting merupakan tanggung jawab ayah maupun ibu dalam keluarga.

Pembicara lainnya, Dwi Puji Lestari, M.Pd.  memaparkan bahwa pola asuh dengan Parenting sebagai investasi dalam mencetak anak yang baik. Konsep holistik integratif (penanaman pendidikan anak dalam berbagai aspek untuk memenuhi kebutuhan esensial anak) menjadi konsep yang dilakukan terus-menerus sebagai proses bukan perlakuan instan.

Pemapar yang terakhir oleh Ki Sutikno dari KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) Kota Yogyakarta menyampaikan bahwa kasus kekerasan pada anak tidak hanya pada fisik, psikis ataupun seksualitas masih marak di DIY. Berdasarkan riset oleh KPAI Kota Yogyakarta maka perlu penerapan parenting yang tepat dalam keluarga maupun dalam dunia pendidikan. Ia juga menerangkan bahwa orang tua ataupun pendidik harus mampu mengontrol emosinya khususnya dalam berinteraksi secara langsung dengan anak.

Antusias peserta sangat tinggi dibuktikan dengan banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan.

“Agenda tersebut sangat penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana kita belajar untuk memahami anak, dari segi aspek apapun. Dari materi yang disampaikan pembicara, kita tahu bahwa anak perlu perhatian dan sebagai orang tua, harus paham trik parenting yang tepat bagi anaknya,” kata Dzikril Firmansyah, Pengurus Cabang IMM Kabupaten Sleman yang turut hadir dalam kegiatan ini.

“Kegiatan parenting ini menjadi awal dari giat KOHATI HMI Cabang Yogyakarta akan melanjutkan dengan kegiatan Pengabdian di semester kedua pada periode ini,” ujar Risti selaku Ketua Panitia Seminar. (pr/kt1)

Redaktur: Faisal

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.