Musim Tak Menentu, Penyakit Kencing Tikus Berkembang

YOGYAKARTA – Musim yang tak menentu serta cuaca yang kadang panas kadang hujan di Yogyakarta, menyebabkan banyak penyakit berkembang, salah satunya penyakit leptospirosis.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Yogyakarta, Yudiria Amalia mengungkapkan kasus leptospirosis di kota yogyakarta banyak  terjadi di lingkungan sekitar bantaran sungai,

“Di kota Yogyakarta sendiri tahun 2019  dari Januari sampai September ada 21 kasus dan 2 diantaranya meninggal. Sementara tahun sebelumnya ada 24 kasus 3 meninggal. Rata-rata penyakit ini di derita orang dewasa muda dan dewasa tua, kira-kira mulai usia 18 tahun ke atas,” ungkapnya saat ditemui di kantornya, Selasa (26/11/2013).

Ia menjelaskan, Leptospirosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri leptospira yang ditularkan melalui lumpur atau air yang terkontaminasi urine atau kencing tikus dan hewan pengerat lainnya.

Oleh karenanya Yudiria menghimbau kepada masyarakat Yogyakarta, khususnya yang bertempat tinggal di sekitar bantaran sungai agar rajin bersih-bersih dan sadar akan kesehatan di lingkungan sekitar. Namun demikian ia mengingatkan, penyakit leptospirosis sebenarnya penyakit yang berbasis lingkungan. Biasanya penyakit ini timbul setelah penderita melakukan bebersih-bersih di lingkungan sekitarnya,

“Jadi jangan lupa selalu menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) setiap  melakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungan sekitar,” imbau Yudiria.

Menurutnya gejala yang di timbulkan akibat penyakit ini yaitu  demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, nyeri punggung, mata kemerahan dan kadang disertai sakit kuning.

Yudiria juga menghimbau kepada masyarakat apabila sudah merasakan gejala panas atau demam agar segera memeriksakan diri  ke puskesmas atau ke dokter supaya didiagnosa.

“Untuk diketahui apakah demam biasa atau terkena leptospirosis, perlu dilakukan uji di laboratorium,” tutupnya. (ali)

 Redaktur: Ja’faruddin AS

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.