Pelajar Peserta Kemah Pancasila Didorong Gerakkan Masyarakat dengan Teknologi Informasi

SLEMAN –  Kalangan milineal di Indonesia yang berjumah sekira 120 juta memiliki potensi luar biasa untuk menggerakkan masyarakat melalui teknologi komunikasi. Dalam usia produktifnya, kaum milenial perlu didorong untuk mengoptimalkan diri dalam berkarya. 

“Kalangan milenial, terutama para pelajar diharapkan juga dapat menjadi agen social of change menuju Indonesia yang lebih baik,” kata   Anggota dewan pengarah BPIP Romo Benny Susatyo Pr saat menjadi pemateri dalam Kemah Pancasila Pelajar Indonesia (KPPI) di Watu Tapak Camp Hill Tebing Breksi, Prambanan, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (15/12/2019).

Benny menyampaikan materi untuk mengarus utamakan nilai-nilai pancasila dalam ruang publik. Peserta dimotivasi untuk terus berkreasi dan berinovasi melalui beragam karya seperti film, meme, desain serta produk kreativitas lainnya guna menciptakan tata dunia baru yang berkeadilan sesuai nilai-nilai Pancasila, 

“Kalangan milineal harus terus diajak dan diperkuat kesadaran ideologisnya agar berperan aktif dalam memerangi ideologi kekerasan, hoax, ujaran kebencian lewat postingan di sosial media yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya. 

Ketua KPPI, Widihasto Wasana Putra mengungkapkan, dalam kemah yang berlangsung selama tiga hari, sejak Jumat (13/12/2019) hingga Minggu (15/12/2019), diikuti 344 orang peserta pelajar Sekolah Menengah Atas  (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari 30 kota se Indonesia.

“Kemah Pancasila Pelajar Indonesia berlangsung sukses. Selama tiga hari para peserta digembleng dengan materi-materi yang bermuatan pancasila dengan beragam metode edukasi menarik,” ujarnya.

Dalam KPPI yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bekerjasama dengan Komunitas Rejomulia didukung Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Dikpora DIY tersebut menghadirkan pemateri dari kalangan budayawan, atlet, akademisi pusat studi Pancasila, dan para anggota BPIP.

Selain itu, dalam kemah, peserta juga melakukan aksi sosial bersih lingkungan di wilayah desa Sambirejo Prambanan, dan pentas seni dari kelompok peserta seperti tari, musik, pencak silat, reog, puisi dan drama,

“Meski dipersiapkan singkat namun penampilan para pelajar cukup memukau dan menghibur,” tutupnya.

Menurutnya, para peserta KPPI menelurkan rencana tindak lanjut dengan membentuk jejaringan pelajar Pancasila di tiap daerah. Rangkaian acara KPPI dipungkasi dengan pembacaan Ikrar Pelajar Pancasila dan prosesi penciuman bendera merah putih,

“Kami berharap para peserta KPPI terus setia dan mengamalkan Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat,” tutupnya. (kt1)

Redaktur: Ja’faruddin AS

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.