Dukungan Parpol Mengerucut, Pilkada Sleman Bakal Diikuti Tiga Paslon

SLEMAN– Dukungan Partai Politik (Parpol) untuk Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sleman, semakin mengerucut. PDIP dan PAN mengusung Paslon Kustini Sri Purnomo (KSP) dan Danang Maharsa. Koalisi Gerbang Persatuan yang terdiri dari  Gerindra, PKB dan PPP, mengusung Danang Wicaksana Sulistya (DWS) dan R. Agus Cholik. Kemudian Nasdem, Golkar dan PKS mengusung Paslin  Sri Muslimatun dan Amin Purnama.

Paslon Sri Muslimatun-Amin merupakan Paslon yang terakhir mendeklarasikan diri menjelang pendaftaran Paslon Pilkada Sleman 2020 oleh KPU Kabupaten Sleman. Ketiga Parpol pengusung Nasdem, Golkar dan PKS menjadi parpol terakhir yang mengeluarkan rekomendasi.

Ketua DPC Nasdem Sleman Surana mengatakan Nasdem bersama Golkar dan PKS sudah memiliki komitmen untuk memenangkan Paslon yang sengaja diusung di menit-menit terakhir. Paslon Sri Muslimatun-Amin Purnama ini siap maju untuk menghadapi kedua pesaingnya,

“Kami akan bersinergi bekerjasama agar memenangi Pilkada Sleman. Kami membutuhkan semangat bersama kerjasama bersama antar kader, sayap partai baik di Nasdem, PKS maupun Golkar. Ini momentum menyamakan persepsi menjadi pemenang Pilkada 2020,” katanya saat menyerahkan SK DPP Nasdem terkait dukungan kepada SM-AP, Minggu (30/8).

Ketua DPW Nasdem DIY Subardi alias Mbah Bardi mengatakan dukungan kepada Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem Sleman tersebut sudah keluar sejak Februari lalu. Nama Muslimatun muncul setelah melewati beberapa kali survei. “Namanya muncul paling atas. Tapi karena butuh tambahan dukungan dari partai-partai lain, kami sengaja tidak publikasikan sampai ada dukungan konkret,” katanya.

Dari tiga Panslon di tiga Pilkada serentak baik di Sleman, Gunungkidul maupun Bantul, kata Bardi, Paslon yang diusung Nasdem bukan semata-mata incumbent. Tetapi berdasarkan survei elektabilitas, popularitas dan eksebtabilitas serta pilihan masyarakat. Nasdem, katanya, hanya mengusung Paslon yang diinginkan masyarakat.

“Dari tiga Pilkada tersebut tidak ada yang paling berat. Semuanya sama. Nanti kami serahkan kepada masyarakat untuk dipilih karena ini kehendak rakyat. Apalagi tidak ada mahar politik di Nasdem,” kata Bardi.

Adapun Muslimatun mengaku lega dengan amanah partai pengusung yang diberikan kepadanya. Ia akan segera berkoordinasi dengan semua pihak untuk memenangi Pilkada Sleman. Menurutnya, dinamisasi partai pada Pilkada kali ini sangat luar biasa.

“Semua pesaing berat, namun seberat apapun bisa dilewati jika semua partai, semua kader, bekerja bersama-sama menghadapinya sekuat tenaga,” kata Muslimatun.

Menurut Muslimatun, saat ini bukan waktunya memainkan isu gender pada Pilkada mendatang. Menurutnya, perempuan juga bisa menjadi pemimpin. Sebab yang dilihat adalah kapasitasnya. “Kan ada rekam jejaknya. Apa yang sudah saya lakukan. Jadi perempuan punya hak yang sama dengan laki-laki untuk menjadi pemimpin dengan cara yang benar,” katanya.

Sementara Amin Purnama mengatakan jika sebagai mantan politisi PAN dan advokat di Sleman ia sudah merasakan perpolitikan di Sleman. Ia siap mendampingi Muslimatun untuk meraih kemenangan. “Saya juga kader Muhammadiyah. Jadi nanti akan saling melengkapi kelebihan dan kekurangan dengan bu Muslimatun,” kata pria yang juga akan menjadi fungsionaris Partai Golkar. (pr/kt1)

Redaktur: Faisal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.