Putus Mata Rantai Covid-19, UP 45 Gandeng Tim Gugus Tugas Catur Tunggal Laksanakan Disinfeksi

 

YOGYAKARTA – Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan Kampus, Universitas Proklamasi 45 (UP 45) melakukan berbagai upaya. Diantaranya melakukan disinfeksi di seluruh halaman dan area dalam gedung kampus secara berkala, seperti yang telah dilaksanakan pada Jumat (19/02/2021) lalu. Dalam kegiatan tersebut, Satgas Covid-19 UP 45 bekerjasama dengan TIM Gugus Tugas Covid-19 Kalurahan Catur Tunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.

Ketua Tim Satgas Covid-19 Universitas Proklamasi 45, Dr. Benedictus Renny See, S.H., S.E., M.H.  menuturkan, penyemprotan disinfektan secara berkala dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi agar kampus tidak menjadi cluster baru penyebaran Covid-19.

Penyemprotan cairan disinfektan ini dilakukan di sekitar lingkungan UP 45, seperti pintu masuk depan kampus, area dalam dan luar gedung, dan tempat-tempat yang berpotensi berkembangnya virus,

“Disinfektan yang digunakan mengikuti standar protokoler kesehatan yang telah ditentukan,” tuturnya kepada jogjakartanews.com, Kamis (25/02/2020).

Ia menjelaskan, tujuan dari penyemprotan cairan disinfektan adalah membersihkan virus dan kuman pada permukaan benda-benda yang menempel di berbagai area kampus, baik dari meja layanan, sampai perpustakaan,

“Ini juga untuk mengantisipasi virus berpindah lantaran orang memegang permukaan benda yang tidak sengaja terdapat percikan batuk atau bersin, lalu terhirup orang lain atau menempel di permukaan benda yang kemudian di sentuh lalu masuk melalui mata, hidung atau mulut orang lain. Cairan disinfektan ini diharapkan dapat membersihkan virus yang menempel di permukaan benda seperti meja, gagang pintu atau saklar lampu yang kerap disentuh orang,” terang Benedictus.

Sebelum dilakukan penyemprotan disinfektan disampaikan himbauan bagi karyawan, dosen, dan civitas lainnya yang tidak memiliki kepentingan yang urgent untuk beraktivitas di kampus, agar dapat melaksanakan tugas work from home, atau dapat dilakukan sebelum pelaksanaan penyemprotan disinfektan berlangsung,

“Tujuannya untuk menghindari cairan disinfekan memberikan risiko bagi kulit, ataupun iritasi pada saluran pernapasan jika terhirup yang dapat berpotensi mempengaruhi saraf sistem pusat,” ujarnya.

Perwakilan kegiatan penyemprotan disinfeksi di UP45 Simeon Egi,SH,MM mengatakan bahwa Kegiatan penyemprotan disinfektan yang dilakukan oleh UP 45 bekerjasama dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kelurahan Catur Tunggal sudah sesuai protokoler kesehatan.

Kegiatan dihadiri langsung Ketua Gugus Tugas Covid-19 sekaligus Lurah di Kalurahan Caturtunggal, Agus Santoso, S.Psi, Koordinator Divisi Pencegahan dan Penindakan Gugus Tugas Covid-19 KalurahanCaturtunggal, Andi Sofyan, M.Pd, beserta tim.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Bidang Pendataan Kirwanto dan Bapak Sugihartono Bhabinkamtibmas Polsek Depok barat divisi pencegahan dan penindakan.

“Kerjasama dengan TIM Gugus Tugas Covid-19 Catur Tunggal untuk pelaksanaan penyemprotan disinfektan di lingkungan kampus UP 45 tidak hanya sekali saja namun akan terus berlanjut,” kata Simeon.

Benedictus menjelaskan, UP 45 sebelumnya juga telah melakukan berbagai langkah pencegahan terhadap penyebaran virus corona (Covid-19). Diantaranya melakukan himbauan melalui banner serta sosialisasi tentang covid, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kemudian, menyediakan tempat cuci tangan di pintu masuk, menyiapkan thermogun atau thermo portable yang dibuat oleh mahasiswa UP 45,

“Selain itu juga menyediakan hand sanitizer bagi pegawai atau tamu yang akan masuk kantor, dimulai dari pintu pos keamanan hingga meja layanan dan mewajibkan masker di area kantor,” imbuhnya.

Di sisi lain, Sekretaris Universitas Proklamasi 45 Rr.Putri Ana Nurani,SS,MM mengungkapkan, saat ini pendidik, tenaga kependidikan telah di data untuk melaksanakan vaksin Covid-19. Menurutnya, vaksin hanya sebagai alat bantu agar antibodi lebih siap merespon virus corona. Ia berharap, setiap elemen civitas UP 45 terus meningkatkan kebiasaan hidup bersih dan sehat dan terus menerapkan protokol kesehatan dengan baik,

“Mari kita menjaga diri, keluarga, bangsa dan negara dengan tetap menerapkan protokoler kesehatan,” imbau Putri.

Putri menjelaskan, saat ini program vaksinasi Covid-19 digalakkan menyesuaikan dengan ketersediaan dosis vaksin corona yang ada dan baru diberikan kepada kelompok-kelompok target tertentu. Untuk tahap pertama vaksin diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes). Kemudian tahap kedua, diberikan kepada pekerja publik, guru, TNI, Polri, pekerja keamanan transportasi publik, pedagang,

“Nantinya pemerintah sendiri melakukan vaksinasi secara bertahap diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (rd2)

Redaktur: Fefin Dwi Setyawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.