Bisakah Partai Sebagai Media Dakwah?

Oleh: Mohamad Safii

Relasi agama dan politik memang menarik untuk dibicarakan atau dibuat diskusi. Hubungan keduanya memiliki sisi yang saling keterkaitan dan juga ada sisi yang bertolak belakang. Pada dasarnya, politik tidak kedap terhadap agama, begitula sebaliknya.

Secara praktik perpolitikan negeri ini, banyak Partai yang berlandaskan agama dalam konteks ini Islam, serta sayap Partai yang membidangi umat Islam. Sebagai kelompok mayoritas, umat Islam merupakan aset politik yang strategis. Siapa yang memobilisasi atau siapa yang bisa mengambil hati, dialah yang akan yang akan memegang tampuk kepemimpinan.

Sebenarnya hal ini wajar dan perlu didukung, sejauh gagasan, progam, serta tujuanya untuk kemaslahatan umat Islam. Akan tetapi jika hanya berkutat pada elektoral dan kekuasaan, sungguh akan celaka jika mengabaikan etika keislaman, serta prinsip dari demokrasi.

Oleh karena itu, setiap kegiatan politik mestinya didasarkan pada nilai-nilai moralitas agama. Dalam hal ini M. Amien Rais mendefinisikan, politik mestinya berfungsi sebagai alat dakwah yang senantiasa committed kepada Allah. Amien juga menekankan, kaum muslim harus memeperhatikan dunia politik, dimana kekuasaan politik menjadi alat vital dan penting sebagai upaya pelestarian dakwah.

Dakwah sendiri berarti proses penyampaian, ajakan atau seruan kepada orang lain, kepada masyarakat agar mau memeluk, mempelajari, dan mengamalkan ajaran agama secara sadar. Sehingga membangkitkan, serta mengembalikan potensi fitri orang itu, dan dapat hidup bahagia di duniawi maupun ukhrawi.

Kita sering mendengar kata-kata “Banyak Jalan Menuju Roma”, maka banyak pula jalan untuk berdakwah. Menjadikan Partai sebagai media dakwah, mejadi salah satu opsi yang strategis. Kerena Partai menjadi tumpu proses politik di negeri ini, banyak hal yang dibahas dan itu memiliki kepentingan tersendiri.

Dengan berdakwah melalui Partai, bisa memasukan unsur-unsur keagamaan disetiap kebijakan. Karenanya, partai dan politik tidak bisa dipisahkan, dengan politik kita bisa memerankan dengan berbagai cara untuk pencapaian segala tujuan, demi pembangunan masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.

Dengan kata lain, jangan gengsi untuk masuk dan berproses di Partai, karena sampai saat ini partai menjadi tumpu dari politik kekuasaan.  Lewat tulisan ini berharap dapat menjadi langkah awal untuk kita semua jangan hanya terpatok pada narasi partai sumber korupsi atau narasi lainnya. Karena Partai ladang basah untuk berdakwah secara keagamaan ataupun kebangsaan.(*)

*Penulis adalah Pengamat Politik Milenial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.