Bupati Sleman Berharap Dekopinda Dorong Koperasi untuk Gerakkan Perekonomian di Masa Pandemi

SLEMAN– Keberadaan koperasi selama pandemi Covid-19 diharapkan ikut menggerakkan perekonomian di wilayah Sleman. Koperasi telah terbukti berperan dalam menggerakkan usaha ekonomi sektor informal yang dikelola masyarakat.

Hal itu diungkapkan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat menghadiri kegiatan Musayawarah Daerah Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Sleman, di Aula Setda Sleman, Minggu (28/03/2021).

“Untuk semakin menumbuhkan ekonomi kerakyatan, aktivitas koperasi harus didorong untuk menyangga kegiatan ekonomi masyarakat, termasuk juga koperasi yang dikelola oleh kelompok wanita,” tutur Kustini.

Menurut Kustini, dari segi pertumbuhan, jumlah koperasi yang ada di Sleman saat ini berjumlah 409 dengan Jumlah anggota sebanyak 122.000. Usaha Koperasi mampu menyerap tenaga kerja 1.700 orang dengan total volume usaha mencapai Rp 1,7 triliun.

Menurut Kustini, meskipun pertumbuhan koperasi di Sleman cukup baik namun banyak juga koperasi yang tidak aktif. Dari jumlah 409 unit koperasi yang terdaftar di Sleman, sebanyak 341 unit merupakan koperasi aktif dan 78 unit koperasi tidak aktif,

“Terhadap koperasi tidak aktif ini, Pemkab akan terus melakukan pembinaan. Hal ini untuk memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dan untuk menumbuhkan tanggung jawab bagi koperasi lainnya. Sebab keberadaan koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya,” imbuhnya.

Kustini berharap Dekopinda juga dapat terus melakukan pembinaan agar seluruh koperasi dapat berkembang. Sebab, kata dia, keberadaan koperasi dinilai terbukti berperan dalam peningkatan dinamika perekonomian masyarakat,

“Untuk mewujudkan koperasi yang baik dan mampu berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sangat tergantung dari para anggotanya dan para pengurusnya yang dituntut untuk bekerja secara profesional,” ujar Kustini.

Dikatakan Kustini, Pemerintah hanya sebagai fasilitator untuk memacu koperasi agar semakin eksis dan mampu berperan sebagai salah satu pilar perekonomian nasional. Ia berharap Dekopinda mampu melakukan terobosan-terobosan baru untuk senantiasa meningkatkan kinerjanya guna mewujudkan perkoperasian yang sehat.

Ketua Panitia Musda Dekopinda Selman Amin Sarjito mengatakan kegiatan Musda dilaksanakan sebagai ajang silaturahmi gerakan koperasi serta reorganisasi suksesi kepemimpinan Dekopinda Sleman periode 2021-2026. Adapun Ketua Dekopinda Sleman terpilih Agnes Hastuti sementara Sekretaris Dekopinda Sleman Andy Rakhmat Santosa.

“Musda ini juga menjadi momentum agar anggota maupun pengurus Dekopinda untuk mensinergikan langkah-langkah lebih luas dan membahas pengelolaan dan pengembangan Dekopinda ke depan,” katanya.

 

Ketua Dekopinda DIY RM. Herdjuno Sukotjoadi mengatakan jika Musda Dekominda di Sleman merupakan yang kedua digelar setelah Kota Jogja. Masih ada tiga kabupaten lainnya yang belum menggelar Musda sebelum ditindaklanjuti dengan kegiatan rapat kerja tingkat DIY. Kegiatan tersebut dinilai penting untuk menjawab tantangan koperasi di era digital saat ini.

“Keberadaan Dekopinda bertujuan untuk memperjuangkan visi misi koperasi, menyalurkan aspirasi koperasi dan melakukan pendidikan serta mengembangkan kerjasama. Salah satunya, menuntaskan kondisi dan situasi koperasi yang mati tadi,” imbuhnya.

Kegiatan digelar dengan protokol kesehatan. (kt1)

Redaktur: Faisal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.