BPPYKG : Intensitas Kegempaan Merapi Pada Minggu ini Lebih Tinggi Dibandingkan Minggu Lalu

SLEMAN – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPYKG) Masih menetapkan status siaga Gunung Merapi.  Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor Selatan-Barat Daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, menjelaskan status gunung Merapi yang masih level siaga berdasarkan pemantauan yang dilakukan.  Menurutnya, intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu. Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan laju pemendekan jarak sebesar 0,6 cm per hari,

“Namun tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Merapi,” tuturnya, Minggu (9/5/2021)

BPPYKG mencatat  aktivitas gunung Merapi selama sepekan terakhir, sejak 30 April hingga 6 Mei, terjadi sebanyak 12 kali awan panas dengan dengan jarak luncur maksimal 2 km ke arah barat daya. Fenomena tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimal 61 mm dan durasi 146 detik. 

Luncuran awan panas dengan jarak 2 km tersebut merupakan yang terjauh selama erupsi 2021 ini, dengan jarak luncur terjauh sebelumnya 1,9 km. Sedangkan guguran lava teramati sebanyak 74 kali dengan jarak luncur maksimal 2 Km ke arah barat daya dan dua kali ke arah tenggara dengan jarak luncur 600 meter,

“Pada pengamatan morfologi puncak berdasarkan hasil analisis foto menunjukkan volume kubah di sektor barat daya sebesar 1,1 juta meter kubik dengan laju pertumbuhan 17.000 meter kubik per hari, Sedangkan volume kubah tengah kawah sebesar 1,7 juta km dengan laju pertumbuhan 14.000 meter kubik per hari,” ucap Hanik Humaida. (kt1)

Redaktur: Faisal

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.