17 Ribu Meter Kubik Oksigen Cair Siap Didistribusikan ke RS Rujukan Covid-19 se-DIY

YOGYAKARTA –  Pemerintah Daerah – Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) akan menerima 17 ribu meter kubik oksigen cair untuk penanganan pasien COVID-19 di wilayah DIY dari PT Samator Gas Industri. 

Kepala Dinas Kesehatan DIY drg. Pembajun Setyaningastutie mengatakan kebutuhan oksigen bagi pasien positif Covid-19 DIY semakin bertambah seiring adanya lonjakan jumlah kasus positif beberapa hari terakhir. Menurutnya, pemakaian oksigen meningkat hampir tiga kali lipatnya.

Pembajun menjelaskan, Pemda DIY terus mengupayakan pasokan oksigen cair agar kebutuhan oksigen di Rumah Sakit (RS) Rujukan Covid-19 dapat tercukupi. Meski tidak 100 persen, namun minimal 80 persen tersedia dan kontinyu, sehingga pasokan untuk RS terus didistribusi,

“Antar rumah sakit pun bisa saling berkoordinasi untuk memenuhi kebutuhan gas (Oksigen)yang ada. Misalnya jika ada RS yang stoknya menipis, bisa mendapat alokasi dari RS lain yang belum terlalu membutuhkan gas oksigen. Sehingga kontinuitas pasokan bisa dilakukan,” kata Pembajun saat konferensi pers secara daring, Jumat (25/06/2021) siang.

Sementara itu, Direktur Operasional PT Samator Gas Industri dan Aneka Gas Industri (GAI) Budi Susanto mengatakan, oksigen cair direncanakan akan didatangkan Sabtu (26/06/2021) besok. Menurutnya, sebelum didistribusikan, oksigen yang dibawa oleh kontainer akan tiba di salah satu depo milik PT Samator Gas Industri di Maguwoharjo, Depok,  Sleman. Selanjutnya, kata dia, oksigen cair tersebut akan dipindahkan ke truk-truk berukuran kecil dan didistribusikan ke RS Rujukan,

 “Kita datangkan dengan truk besar dan nantinya akan diimbangi dengan truk-truk kecil yang sudah standby di sana untuk mengatur pengirimannya,” katanya.

Terkait hal tersebut, kata Budi, diperlukan persiapan tambahan untuk memindahkan oksigen cair dari kontainer ke truk-truk tangki berukuran kecil dengan daya tampung 3.500-4.000 meter kubik. 

Tak hanya itu, pemindahan dari kontainer besar ke truk kecil pun memerlukan persiapan. Seperti kebutuhan listrik untuk pompa oksigen, menyiapkan lahan untuk proses pemindahan ini, serta keperluan pembangunan hub baru agar bisa selalu memperpendek jarak dan waktu pengiriman,

“Di tempat tersebut harus ada listrik sekitar 20ribu watt,” jelasnya.

Budi juga menyatakan bahwa suplai oksigen dari pabrik gas yang berlokasi di Kendal, Jawa Tengah, ke berbagai rumah sakit daerah cukup lancar. Namun diakui kuantitasnya saat ini harus dikurangi agar pasokan bisa merata. Selama ini, selain dari Jakarta, kebutuhan DIY dan Jawa Tengah selalu disuplai dari Jawa Timur dan Jawa Barat.

Menurut Budi, di Jateng angka Covid-19 sudah sangat tinggi, namun demikian dalam minggu ini untuk kebutuhan oksigen bisa teratasi,

“Walaupun kita bagi sedikit-sedikit sehingga tidak ada yang putus suplainya. Saat ini PT Samator memiliki kemampuan produksi sekitar 50 ribu meter kubik gas oksigen tiap harinya. Di tengah lonjakan kasus positif, kebutuhan gas oksigen di Jawa Tengah dan DIY turut mengalami peningkatan signifikan mencapai 164 ribu meter kubik ribu tiap harinya. Kalau sebelum Covid-19, kebutuhannya sekitar 80-70 ribu meter kubik,” pungkasnya. (pr/kt1)

Redaktur: Faisal

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.