FTP UGM dan Kemenkop UKM Perkuat Kerja Sama Pengembangan SCESS

YOGYAKARTA – Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada bersama dengan Koperasi Nasional Kementerian Koperasi dan UKM memperkuat pengembangan Smart Coffee Enterprise Support System (SCESS) guna mendukung usaha kecil dan menengah.

Ketua Umum Koperasi Nasional Kementerian Koperasi dan UKM RI, Reza Fabianus, M.Sc., mengucapkan terima kasih atas usaha dan dukungan DTPB FTP UGM dalam mengembangkan embrio SCESS ini. Harapannya dengan implementasi SCESS kedepan dapat bermanfaat bagi petani kopi di Indonesia.

“Semoga dengan aplikasi sistem ini nantinya bisa meningkatkan kesejahteraan petani kopi di tanah air,” tuturnya.

Dekan FTP UGM. Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menyambut baik adanya tindak lanjut kerjasama ini. Ia berharap sistem ini dapat dikembangkan dan diimplementasikan lebih luas lagi.

“Kerja sama ini penting dalam upaya membangun center of excellent di bidang smart agricultural system dan ini sejalan dengan visi FTP UGM  sebagai center of excellent di bidang agroindustri,”paparnya saat penandatangan kerja sama secara online pada akhir Juli 2021 lalu.

Embrio basis data SCESS pertama kali dikenalkan ke publik secara resmi pada agenda Penyaluran KUR dan Kemitraan yang diselenggarakan di Subak Abian, Semanik Sari, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung Bali pada 9 April 2019. Lalu, pada pertengahan tahun 2021 aplikasi big data untuk penguatan UKM kopi ini akan dilanjutkan kembali dengan penambahan fitur dan perluasan jangkauan implementasi yakni penambahan Indikasi Geografis (IG) kopi untuk skala Nasional.

Tim pengembang SCESS dari DTPB UGM, Prof. Dr. Ir. Lilik Sutiarso menjelaskan bahwa tindak lanjut program SCESS masih berbasis aplikasi basis data terintegrasi dengan fitur traceability sesuai dengan semangat pengembangan Smart Traceability System yang dikembangkan oleh Departemen TPB. Dengan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dengan tambahan fitur Indikasi Geografis (IG) yang diakui dunia maka harapannya dapat memberikan nilai tambah dan juga peningkatan kesejahteraan petani.

Ditambahkan Dr. Andri Prima Nugroho bahwa pengembangan blueprint SCESS akan ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan akan konektifitas dengan aplikasi lain yaitu BEXT360 untuk traceability pada level internasional. Nantinya penggunaan Application Programming Interface (API) yang menjamin komunikasi dua aplikasi juga akan dimasukkan dalam milestone pengembangan SCESS. (pr/kt1)

Redaktur: Faisal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.