Dituding Perlakukan Warga Binaan Tak Manusiawi, Kanwil Kemenkumham DIY Terjunkan Tim Investigasi

SLEMAN – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Kemenkumham DIY) bergerak cepat membentuk tim investigasi untuk merespons adanya isu petugas yang memperlakukan Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta secara tidak manusiawi.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DIY, Budi Argap Situngkir menuturkan tim investigasi dipimpin langsung oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas), Gusti Ayu Putu Suwardani. Menurutnya investigasi sudah dimulai sejak Senin (01/11/2021) malam kemarin sampai hari ini,

“Kami berjanji tidak akan pernah mentolerir bagi petugas yang melakukan pelanggaran-pelanggaran. Perlu kami sampaikan bahwa berita yang ada di media sosial saat ini ramai, kami sampaikan bahwa tidak benar demikian beritanya,” kata Budi Situngkir dalam keterangan persnya di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta, Selasa (02/11/2021).

Budi Situngkir menjelaskan, seorang warga binaan yang melaporkan dugaan tindakan tak manusiawi yang dilakukan petugas Lapas kepada Ombudsman RI Perwakilan DIY, Vincentius, saat ini tengah menjalani program Cuti Bersyarat (CB) dan masih dalam Pembimbingan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas). Budi Situngkir menegaskan apa yang disampaikan warga binaan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan,

“Kami pastikan apa yang disampaikan oleh Saudara Vincent, WBP yang sedang menjalani Cuti Bersyarat, adalah tidak benar. Yang benar adalah bahwa Lapas ini melaksanakan sesuai dengan SOP,” tandas Budi Situngkir.

Selain itu, Budi Situngkir berjanji pihaknya akan terbuka dan melaksanakan investigasi untuk mencari fakta yang sebenarnya. Jika benar ada petugas yang melakukan pelanggaran, akan ada sanksi tegas menantinya,

“Kalau ini benar memang ada perlakuan-perlakuan (yang tidak wajar), kami janji akan tindak dengan tegas, tidak ada toleransi. Kami berjanji, petugas yang melakukan penganiayaan pasti kami tindak. Saya selaku Kepala Kantor Wilayah pasti melakukan tindakan tegas terhadap hal ini, tidak mentolerir perlakuan-perlakuan demikian,” tegasnya. 

Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham DIY hari ini mengajak awak media melihat lebih dekat secara langsung bagaimana program pembinaan warga binaan di dalam Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta untuk membuktikan tidak adanya perlakuan di luar batas kewajaran yang dilakukan petugas Lapas kepada warga binaan.

Kadivpas Kanwil Kemenkumham DIY, Gusti Ayu Putu Suwardani, menegaskan program pembinaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta telah berjalan dengan baik selama 2 tahun terakhir dan tidak ada perlakuan seperti tudingan yang beredar di media sosial.

“Pembinaan terus berjalan, dan ini kami diganggu lagi dengan satu statement yang kami sedang selidiki, sedang investigasi lagi, apakah benar kebenarannya seperti itu. Hari ini saya sampaikan, kami Kanwil Kemenkumham DIY sedang terus menyelidiki dan menginvestigasi kejadian atau laporan dari Vincentius Titih yang sebenarnya adalah klien pemasyarakatan dan bukan eks narapidana yang saat ini masih dalam pembimbingan Bapas Kelas I Yogyakarta,” ungkap Gusti Ayu.

“Kami sedang koordinasi dengan Ombudsman seperti apa laporannya, termasuk dengan mitra-mitra yang lainnya, apakah ada informasi yang lainnya yang harus kita kolaborasikan sehingga kita lebih lengkap informasinya. Tim kami saat ini masih terus melaksanakan investigasi mencari kedalaman informasi tersebut,” lanjutnya.

Ia menegaskan, Kanwil Kemenkumham DIY terus berkomitmen mewujudkan program pembinaan Lapas dengan baik dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku. Komitmen mewujudkan Lapas yang Bersih dari Narkoba, HP dan Pirantinya (BERSINAR HATINYA) juga akan terus ditegakkan.

“Biar bagaimanapun, warga binaan adalah manusia yang dititipkan kepada kami untuk dibina, bukan dibinasakan. Untuk dibina dengan beberapa rangkaian program pembinaan yang sudah kita programkan dan sudah kita asesmenkan untuk masing-masing warga binaan sesuai dengan risikonya, sesuai dengan minat bakatnya, sesuai dengan kebutuhannya,” tutur Gusti Ayu. (pr/hen)

Redaktur: Faisal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.