Mantap, Perpanjangan Jalur KRL Jogja-Solo Ditargetkan Rampung Juli Tahun ini.

SOLO – Jalur kereta rel listrik (KRL) Yogyakarta (Jogja) -Solo bakal diperpanjang dengan rute Solobalapan-Palur. Proyek tersebut merupakan pengembangan proyek elektrifikasi jalur KA Solo Balapan-Solo Jebres-Palur yang dimulai sejak tahun 2020.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan perpanjangan jalur KRL Jogja-Solo sebagai bagian dari peningkatan layanan angkutan massal KRL di kawasan aglomerasi Yogyakarta-Solo. Hingga saat ini, pengerjaan perpanjangan jalur KRL Yogyakarta-Solo sudah mencapai 84 persen.

Budi menjelaskan Kawasan aglomerasi atau pusat perkotaan seperti Yogyakarta, Solo, dan Semarang harus dihubungkan dengan angkutan massal baik kereta api, bus, maupun angkutan massal lainnya.

Ia berharap perpanjangan jalur KRL dari Stasiun Solobalapan ke Stasiun Palur dengan panjang sejauh 6,8 km tersebut dapat segera selesai. Bahkan, ditargetkan jalur tersebut mulai beroperasi paling cepat bulan Juli tahun ini.

“Ke depan jalur KRL Solo-Yogyakarta akan diperpanjang sampai Madiun dan Kutoarjo. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah ini merupakan bagian dari realisasi program angkutan aglomerasi.

Satu kota dengan kota sekitar lain harus dihubungkan dengan angkutan massal, contohnya Jogja dengan Solo KRL-nya sudah sangat digemari. Bahkan saat Lebaran okupansinya naik 50 persen,” katanya kepada wartawan saat kunjungan ke Stasiun Palur Solo, Kamis (26/5/2022)

Sementara itu, Direktur Sarana Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Djarot Tri Wardhono mengungkapkan, anggaran untuk investasi elektrifikasi KRL relasi Solobalapan-Jebres-Palur tersebut menelan biaya senilai Rp 349 miliar.

Dengan beroperasinya jalur tersebut diharapkan terjadi kenaikan trafik penumpang KRL sebesar 12 persen, dari 11.815 penumpang menjadi 13.419 penumpang pada kondisi weekdays.

“Sedangkan saat weekend harapannya naik 11 persen,” imbuhnya. (pr/kt3)

Redaktur: Hamzah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.