Ustadz Bachtiar Nasir: Dari Dakwah Tadabbur Al-Qur’an hingga Aksi Nyata di Lokasi Bencana

Ustadz Bachtiar Nasir 

Sumber foto : aql.or.id

 

Ustadz Bachtiar Nasir: Dari Dakwah Tadabbur Al-Qur’an hingga Aksi Nyata di Lokasi Bencana

JAKARTA – Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) tumbuh sebagai gerakan dakwah yang menempatkan Al-Qur’an di pusat kehidupan umat. Didirikan pada 2008, AQL tidak memosisikan diri sebatas lembaga pengajian, melainkan sebagai pusat pembelajaran Al-Qur’an yang mendorong umat memahami, merenungi, dan mengamalkan nilai-nilai kitab suci dalam kehidupan sosial. AQL membawa satu gagasan besar: Al-Qur’an harus hidup dalam keseharian umat, bukan sekadar dibaca dalam ritual.

Gerakan ini tak bisa dilepaskan dari sosok Ustadz Bachtiar Nasir, pendiri sekaligus figur sentral AQL. UBN—sapaan akrabnya—dikenal luas sebagai pendakwah yang konsisten menggaungkan pentingnya tadabbur Al-Qur’an. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa hubungan umat dengan Al-Qur’an tidak boleh berhenti di lisan.

“Al-Qur’an itu bukan hanya untuk dibaca, tapi untuk direnungkan dan dijalankan dalam hidup,” kata UBN.

Menurut UBN, banyak persoalan umat Islam modern berakar dari renggangnya hubungan dengan Al-Qur’an. Membaca tanpa memahami makna hanya melahirkan kesalehan simbolik.

“Kalau Al-Qur’an hanya berhenti di bacaan, maka ia tidak akan pernah mengubah perilaku dan cara berpikir,” ujarnya.

Dari kegelisahan itu, AQL mengembangkan metode pembelajaran berbasis tadabbur yang mengaitkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan persoalan nyata masyarakat.

Dalam praktiknya, AQL menggerakkan berbagai program dakwah Qur’ani. Majelis tadabbur rutin menjadi pintu utama, disusul program penulisan Al-Qur’an, distribusi mushaf, serta kajian tematik yang menyasar pelajar, keluarga, hingga kalangan profesional.

“Umat harus merasa bahwa Al-Qur’an berbicara tentang hidup mereka hari ini,” ujar UBN.

Bidang pendidikan menjadi salah satu pilar utama AQL. Melalui sekolah dan pesantren berbasis Qur’ani, AQL berupaya mencetak generasi yang unggul secara akademik sekaligus kuat secara akhlak. Al-Qur’an ditempatkan sebagai sumber nilai yang menjiwai seluruh proses pendidikan.

“Ilmu tanpa Al-Qur’an bisa kering, Al-Qur’an tanpa ilmu bisa pincang,” kata UBN menggambarkan filosofi pendidikan AQL.

Di luar dakwah dan pendidikan, AQL dikenal aktif dalam aksi sosial dan kemanusiaan, terutama saat terjadi bencana alam. AQL terjun langsung membantu warga terdampak gempa di Lombok dan Palu, mengirimkan bantuan logistik, relawan, serta pendampingan spiritual bagi para penyintas. Saat tsunami melanda Selat Sunda, jaringan AQL juga bergerak menyalurkan bantuan bagi korban di wilayah Banten dan Lampung.

Keterlibatan serupa dilakukan AQL saat banjir besar melanda Kalimantan Selatan dan sejumlah wilayah di Jabodetabek. Relawan AQL mendirikan dapur umum, menyalurkan kebutuhan dasar, serta mendampingi warga di pengungsian. Bagi AQL, bantuan kemanusiaan bukan sekadar respons darurat, tetapi bagian dari dakwah itu sendiri.

Bagi UBN, kerja sosial adalah konsekuensi langsung dari pemahaman Al-Qur’an.

“Tidak ada tadabbur tanpa kepedulian. Kalau kita mengaku paham Al-Qur’an, maka kita tidak mungkin menutup mata dari penderitaan manusia,” ujarnya.

Prinsip rahmatan lil alamin diterjemahkan AQL melalui aksi nyata di lokasi-lokasi bencana, menyasar mereka yang paling terdampak krisis.

Seiring berkembangnya aktivitas, AQL melakukan transformasi kelembagaan. Dari yayasan, AQL beralih menjadi perkumpulan dengan struktur organisasi yang lebih luas dan jaringan yang tersebar di berbagai daerah. Langkah ini ditempuh untuk memperkuat konsolidasi gerakan sekaligus mempercepat respons dakwah dan kemanusiaan.

“AQL harus menjadi gerakan umat, bukan milik segelintir orang,” kata UBN.

AQL berikhtiar menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber nilai, pedoman moral, sekaligus inspirasi aksi sosial.

“Kami ingin mengajak umat kembali kepada Al-Qur’an, lalu membuktikannya dengan akhlak dan kepedulian,” ujar UBN.

Dari ruang tadabbur hingga lokasi bencana, AQL berusaha menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan jalan hidup.

FULL

56 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by rasalogi.com