Keterbatasan Bukan Penghalang, Siswa SMP Negeri 3 Satu Atap Rembang Raih Juara 2 OSN-K Matematika 2026

Hanafi Purnomo (tengah), siswa SMPN 3 Satu Atap Rembang, meraih juara 2 OSN-K Matematika 2026 Purbalingga. Prestasi di tengah keterbatasan. (Foto: Tar)

PURBALINGGA — Keterbatasan fasilitas dan lokasi sekolah tidak menghalangi Hanafi Purnomo untuk mencetak prestasi. Siswa kelas 8 SMP Negeri 3 Satu Atap Rembang, Kabupaten Purbalingga, itu berhasil meraih peringkat kedua Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) 2026 bidang Matematika.

Prestasi tersebut menjadi capaian membanggakan bagi sekolah yang berada di wilayah Rembang, Purbalingga. Hanafi membuktikan bahwa kesempatan untuk berprestasi tidak hanya dimiliki siswa dari sekolah dengan fasilitas lengkap atau yang berada di kawasan perkotaan.

Dalam ajang OSN-K Matematika 2026, Hanafi mampu bersaing dengan puluhan peserta dari berbagai SMP di Kabupaten Purbalingga. Ketekunannya mempelajari rumus, logika, dan pemecahan masalah Matematika menjadi salah satu modal penting hingga akhirnya berhasil menempati posisi kedua.

Capaian Hanafi juga tidak lepas dari dukungan guru dan sekolah. Bimbingan yang diberikan secara konsisten mendorongnya untuk terus mengasah kemampuan dan berani mengikuti kompetisi akademik di tingkat Kabupaten Purbalingga.

Keberhasilan itu sekaligus menjadi bukti bahwa sekolah satu atap di wilayah pinggiran mampu melahirkan siswa berprestasi. Faktor keterbatasan fasilitas tidak semestinya menjadi alasan untuk membatasi mimpi dan potensi peserta didik.

Pihak SMP Negeri 3 Satu Atap Rembang menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi Hanafi. Prestasi dalam OSN-K Matematika 2026 tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk semakin giat belajar dan berani mengikuti berbagai kompetisi.

Bagi Hanafi, capaian tersebut menjadi pijakan penting untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang Matematika. Prestasi ini juga membuka pesan lebih luas bahwa ketekunan, dukungan guru, dan keberanian untuk berkompetisi dapat membuka peluang bagi siswa dari sekolah mana pun.

Keberhasilan Hanafi Purnomo di OSN-K Matematika 2026 menjadi salah satu potret bahwa talenta akademik dapat tumbuh di tengah berbagai keterbatasan. Sekolah di daerah pun memiliki peluang yang sama untuk melahirkan siswa berprestasi dan bersaing di tingkat yang lebih tinggi. (tar)

57 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by rasalogi.com