Jumat, 03/01/2014 15:21 WIB | Dibaca: 768 kali

Disperindakop Gunungkidul Anggap Wajar Kenaikan Harga Lpg


Foto: Istimewa

GUNUNGKIDUL - Kenaikan harga gas Lpg ukuran 12 Kg dinilai masyarakat Gunungkidul sangat memberatkan. Kenaikan hingga Rp 50 ribu per tabung tersebut mulai berimbas menurunnya omzet industry kecil yang menggunakan gas. Namun Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertambangan (Disperindakop) Gunungkidul menganggap kenaikan harga tersebut, wajar.

"Kenaikan itu masih wajar di luar pulau jawa saja lebih mahal," kata Kepala Bidang Perdagangan (Disperindakop) Gunungkidul, Sumaryadi ketika dihubungi wartawan, Jum'at (3/1/2014).

Namun demikian, Sumaryadi mengatakan, pihaknya akan melakukan rapat untuk melakukan pengendalian harga gas LPG, yang berpotensi dimainkan oleh oknum agen. Pihaknya juga akan menambahkan stok gas LPG untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Desember lalu dan Januari 2014 ini kami sudah menambah gas LPG sejumlah 1800 buah tetapi masih kurang," tambahnya.

Sementara itu, salah seorang pengusaha laundry di Wonosari, Erwin Hidayat mengaku aneh apa yang disampaikan Disperindakop jika kenaikan gas LPG hingga Rp 50 ribu masih wajar. Erwin mengatakan, harga LPG di pulau jawa jangan disamakan dengan harga di luar pulau jawa.

"Masak kenaikan Rp 50 ribu masih dianggap wajar. Jangan disamakan dengan luar pulau jawa karena luar jawa biaya operasionalnya jelas lebih mahal dan harga jual prodak atau jasa juga mahal. Misal, disini (jawa) harga laundry Rp 3 ribu per kilo gram di luar pulau jawa bisa sampai Rp 20 ribu per kilogram," jelasnya. (dit)

Redaktur: Azwar Anas

 


 





Baca Juga